MGMP OTOMOTIF










AI link



🎯 Tujuan Utama MGMP Otomotif

1. Peningkatan Kompetensi Guru

Menguasai kurikulum terbaru (misalnya Kurikulum Merdeka).HASIL 

Update teknologi otomotif (injeksi, EV, hybrid, diagnosa berbasis komputer).

Pelatihan teaching factory & project based learning (PjBL).






2. Penyusunan Perangkat Ajar

Menyusun CP/KD, TP, ATP, Modul Ajar sesuai standar kurikulum.

Membuat bahan ajar bersama agar seragam di semua sekolah.



3. Peningkatan Mutu Pembelajaran

Membuat soal HOTS, bank soal, dan soal asesmen berbasis kompetensi.

Mengembangkan media pembelajaran digital (simulasi, animasi, aplikasi).



4. Pengembangan Kegiatan Siswa

Menyiapkan siswa untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang otomotif.

Membuat projek kolaboratif antar sekolah (misalnya merakit motor listrik, service injection, mini drag bike edukasi).



5. Kemitraan Dunia Industri (DU/DI)

Menjalin kerjasama dengan bengkel resmi, dealer, atau pabrikan.

Menyusun program PKL / Prakerin yang relevan.







---

📌 Program MGMP Otomotif IOT 

Workshop teknologi baru: Sistem injeksi, hybrid, EV.

Pelatihan digital: OBD scanner, aplikasi diagnosa, IoT pada otomotif.

Pembuatan modul ajar kolaboratif: Agar siswa SMK memiliki standar sama.

Bank Soal Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bersama.

Projek Teaching Factory: Service sepeda motor/mobil untuk masyarakat sekitar sekolah.

Studi Industri: Kunjungan ke pabrik/bengkel resmi.

Pelatihan pembuatan konten digital pembelajaran (YouTube/TikTok edukasi otomotif).




---




📅 Program Kerja Tahunan MGMP Otomotif SMK

🎯 Tujuan

1. Meningkatkan kompetensi guru otomotif sesuai perkembangan teknologi.


2. Menyusun perangkat ajar & soal bersama untuk keseragaman pembelajaran.


3. Memfasilitasi kolaborasi dengan DU/DI.


4. Meningkatkan prestasi siswa melalui lomba, projek, dan UKK.




---

🗓️ Rencana Kegiatan Tahunan

Semester Ganjil

Juli

Rapat kerja MGMP (menetapkan program & pembagian tugas).

Penyusunan CP, TP, ATP, dan Modul Ajar sesuai kurikulum.


Agustus

Workshop kurikulum Merdeka & teaching factory.

Penyusunan bank soal Penilaian Harian (PH).




September

Sharing session teknologi terbaru (sistem injeksi, EV, hybrid).

Kunjungan industri atau undangan narasumber dari bengkel resmi.



Oktober

Penyusunan soal Penilaian Tengah Semester (PTS).

Pelatihan penggunaan OBD scanner dan aplikasi diagnosa digital.


November

Projek kolaboratif antar sekolah (misalnya: perawatan sepeda motor injeksi / mini drag edukasi).

Pelatihan pembuatan media pembelajaran digital (YouTube/TikTok edukasi).


Desember

Penyusunan soal Penilaian Akhir Semester (PAS).

Evaluasi semester ganjil.




---

Semester Genap

Januari

Review hasil evaluasi semester ganjil.

Revisi perangkat ajar & modul.


Februari

Workshop persiapan UKK (Uji Kompetensi Keahlian).

Penyusunan bank soal UKK bersama.


Maret

Simulasi UKK antar sekolah.

Pelatihan update teknologi: motor listrik & IoT di otomotif.



April

Pelaksanaan UKK.

Monitoring pelaksanaan PKL/Prakerin.




Mei

Persiapan Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Pameran produk/jasa teaching factory (service gratis, display projek siswa).



Juni

Evaluasi akhir tahun & penyusunan laporan kegiatan MGMP.

Perencanaan program tahun berikutnya.







---

📌 Output yang Diharapkan

Tersedia modul ajar bersama untuk seluruh mata pelajaran otomotif.

Bank soal PH, PTS, PAS, dan UKK.

Peningkatan kompetensi guru dalam teknologi baru (EV, hybrid, digital tools).

Terlaksananya teaching factory dan projek siswa nyata.

Terjalinnya kerjasama aktif dengan DU/DI.

Meningkatnya prestasi siswa dalam UKK dan LKS.



---



💰 Sumber Dana Kegiatan MGMP

1. Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)

Biasanya BOS reguler bisa dipakai untuk mendukung kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Contoh: workshop perangkat ajar, pembuatan soal bersama, pembelian ATK, konsumsi rapat.

Mekanismenya: sekolah menganggarkan lewat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).



2. Iuran Anggota MGMP

Model ini umum dipakai, tiap guru patungan sesuai kesepakatan (misalnya Rp 20–50 ribu/kegiatan).

Biasanya untuk kebutuhan konsumsi rapat atau biaya kecil yang tidak bisa diambil dari BOS.



3. Bantuan Dinas Pendidikan

Kadang Dinas Pendidikan Provinsi mengalokasikan dana untuk MGMP tingkat kabupaten/kota.

Bisa berupa hibah kegiatan, workshop, atau honor narasumber.



4. Kerjasama Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI)

Bengkel resmi, dealer motor/mobil, atau perusahaan sparepart kadang bersedia mendukung.

Bentuknya bisa sponsor (konsumsi, alat praktik, doorprize), atau menanggung biaya narasumber.



5. Program Pemerintah Pusat

Kemdikbud, Dirjen Vokasi, atau Balai Besar/Balai Diklat sering membuka program bantuan untuk MGMP.

Misalnya pelatihan guru vokasi, sertifikasi kompetensi, atau bantuan teaching factory.



6. CSR (Corporate Social Responsibility)

Perusahaan besar di bidang otomotif biasanya punya program CSR.

Bisa diajukan proposal (misalnya untuk pelatihan motor listrik, alat praktik, atau projek siswa).





---

📌 Strategi Praktis

Untuk kegiatan rutin (rapat bulanan, penyusunan soal) → biasanya cukup dari iuran anggota + BOS.

Untuk kegiatan besar (workshop, narasumber industri, pelatihan EV/Hybrid) → bisa ajukan proposal ke Dinas atau sponsor industri.

Untuk lomba atau pameran → bisa kolaborasi antar sekolah + support DU/DI.






pemantik disini
skkni disini

 

Post a Comment

0 Comments