PELATIHAN ROBOTIK SMK 69 JAKARTA

2025




Baik, saya bantu jelaskan ya. Karena Bapak ingin mengajar bahasa pemrograman menggunakan aplikasi EcoStruxure Machine (Schneider Electric) dengan studi kasus konveyor, saya buatkan penjelasan berikut:


🔹 Pengertian

EcoStruxure Machine Expert (sebelumnya SoMachine) adalah software pemrograman PLC dari Schneider Electric yang digunakan untuk mengembangkan, menguji, dan mengontrol mesin otomatisasi.
Dalam pembelajaran, software ini bisa dipakai untuk:

  • Melatih siswa memahami logika pemrograman PLC (ladder diagram, FBD, ST, IL, SFC).

  • Menerapkan kontrol otomatis pada sistem nyata seperti konveyor, robot, atau mesin industri.

  • Simulasi sebelum implementasi pada perangkat keras.

Konveyor adalah sistem transportasi mekanik yang digunakan untuk memindahkan barang dari satu titik ke titik lain secara otomatis. Dalam dunia industri, konveyor sering dikontrol oleh PLC agar bisa berjalan otomatis, berhenti sesuai sensor, dan menyesuaikan kecepatan.


🔹 Contoh Proyek Konveyor dengan EcoStruxure Machine

Judul Proyek: Sistem Konveyor Otomatis dengan Sensor Barang

1. Tujuan

  • Membuat konveyor yang bergerak otomatis saat ada barang.

  • Menghentikan konveyor saat barang sudah mencapai ujung (dengan sensor).

  • Menambahkan tombol Start/Stop manual.

2. Komponen yang Disimulasikan

  • Motor listrik (M1) → untuk menggerakkan konveyor.

  • Sensor 1 (S1) → sensor di awal jalur, mendeteksi barang masuk.

  • Sensor 2 (S2) → sensor di ujung jalur, mendeteksi barang keluar.

  • Push Button Start (PB1) → untuk memulai sistem.

  • Push Button Stop (PB0) → untuk menghentikan sistem.

  • PLC Schneider (misalnya Modicon M221) → dikontrol lewat EcoStruxure Machine.

3. Logika Program (Ladder Diagram)

Berikut contoh sederhana logika ladder:

  1. PB1 ditekan → motor menyala.

  2. PB0 ditekan → motor mati.

  3. Jika S1 aktif (barang masuk) → motor tetap berjalan.

  4. Jika S2 aktif (barang keluar) → motor berhenti.

4. Contoh Pseudocode (Structured Text)

IF Start = TRUE AND Stop = FALSE THEN
IF SensorAwal = TRUE THEN
Motor := TRUE; // Motor konveyor menyala
END_IF;
IF SensorAkhir = TRUE THEN
Motor := FALSE; // Motor berhenti saat barang mencapai ujung
END_IF;
ELSE
Motor := FALSE;
END_IF;

5. Hasil Simulasi

  • Ketika tombol Start ditekan, motor berjalan.

  • Saat barang lewat Sensor Awal, konveyor tetap jalan.

  • Saat barang mencapai Sensor Akhir, motor berhenti otomatis.


📌 Dengan proyek ini, siswa bisa belajar:

  1. Dasar pemrograman PLC (ladder / structured text).

  2. Logika sensor dan aktuator.

  3. Aplikasi nyata di industri seperti otomasi pabrik dan logistik.


Mau saya buatkan juga diagram ladder lengkap dengan simbol (PB, sensor, coil motor) supaya bisa langsung dipakai untuk praktik di EcoStruxure Machine?

Saya jelaskan isi program yang ada di tampilan EcoStruxure Machine Expert – Basic (gambar yang Bapak kirim):


🔹 Struktur Program Ladder

  1. Kontak (SM0)

    • Kontak ini adalah special memory (selalu ON).

    • Artinya, kondisi ini akan selalu bernilai logika TRUE sehingga bisa digunakan sebagai pemicu program tanpa harus menekan tombol fisik.

  2. Blok Timer TON (On-Delay Timer)

    • TON artinya Timer ON Delay.

    • Parameter:

      • IN → input (terhubung dengan SM0, jadi timer selalu aktif).

      • PT (Preset Time) → 9999 (dalam milidetik → 9,999 ms ≈ 10 detik).

      • Q → output timer, aktif (TRUE) jika waktu sudah tercapai.

      • ET → elapsed time (waktu yang sudah dihitung).

    Jadi, setelah program dijalankan, timer mulai menghitung 10 detik, lalu output Q menjadi aktif.

  3. Output (%Q0.1)

    • Ini adalah output coil PLC (misalnya motor, lampu, atau relay) yang terhubung ke alamat Q0.1.

    • Output ini akan aktif (ON) jika timer Q bernilai TRUE (setelah 10 detik).


🔹 Cara Kerja Program

  1. Begitu PLC dijalankan, SM0 selalu aktif, sehingga TON mulai menghitung.

  2. Timer menghitung waktu selama 10 detik.

  3. Setelah waktu tercapai, output Q dari timer → mengaktifkan %Q0.1.

  4. Hasilnya: Motor/lampu pada output %Q0.1 akan ON setelah delay 10 detik.


🔹 Contoh Penerapan pada Konveyor

  • Jika %Q0.1 dihubungkan ke motor konveyor, maka konveyor akan mulai berjalan setelah 10 detik sistem dinyalakan.

  • Bisa juga digunakan untuk sistem pendinginan: motor kipas konveyor aktif setelah mesin bekerja beberapa saat.


Apakah mau saya lanjutkan dengan contoh pengembangan program ini menjadi konveyor otomatis dengan sensor barang (supaya siswa lebih mudah memahami aplikasinya di industri)?


Baik, mari kita bahas arti dari program ladder yang ada pada gambar tersebut di EcoStruxure Machine Expert – Basic.


🔹 Komponen Program

  1. Push Button Start (M0.0)

    • Kontak NO (Normally Open).

    • Saat tombol Start ditekan, logika menjadi TRUE (ON).

  2. Push Button Stop (M0.1)

    • Kontak NC (Normally Closed).

    • Saat tombol Stop ditekan, logika menjadi FALSE (OFF).

  3. S1 (Memori/Seal In / Holding Contact)

    • Digunakan sebagai self-holding.

    • Artinya, meskipun tombol Start dilepas, motor tetap ON karena dilatch oleh kontak S1.

  4. Motor (Output Coil)

    • Aktuator (misalnya motor konveyor).

    • Akan ON jika rangkaian logika di atas memenuhi syarat.


🔹 Cara Kerja Program

  1. Awal kondisi:

    • Push Button Stop (M0.1) dalam keadaan NC (aktif).

    • Motor masih OFF.

  2. Ketika Push Button Start (M0.0) ditekan:

    • Arus logika mengalir → S1 aktif → Motor ON.

    • Setelah motor ON, kontak bantu S1 menjaga (seal-in) agar motor tetap ON walaupun tombol Start dilepas.

  3. Ketika Push Button Stop (M0.1) ditekan:

    • Jalur logika terputus → Motor OFF.

    • Seal-in (S1) juga ikut OFF sehingga motor tidak bisa hidup lagi sebelum Start ditekan kembali.


🔹 Kesimpulan

Program tersebut adalah rangkaian kontrol ON/OFF motor dengan push button Start dan Stop, dengan metode seal-in (holding circuit).

📌 Dalam konteks konveyor, artinya:

  • Start ditekan → konveyor berjalan terus.

  • Stop ditekan → konveyor berhenti.


Apakah mau saya tambahkan sensor di ujung konveyor (misalnya sensor barang) agar motor berhenti otomatis ketika barang sampai ujung?


Baik, mari saya jelaskan fungsi dari T1, T2, dan T3 pada ladder program konveyor tadi:


🔹 T1 (Timer 1 – 10 detik)

  • Jenis: TON (On Delay Timer).

  • Fungsi: Mengontrol motor konveyor ke kanan.

  • Saat tombol Start ditekan, T1 mulai menghitung 10 detik.

  • Selama timer belum selesai, Motor_Kanan ON.

  • Setelah 10 detik tercapai, output T1.Q aktif → memicu langkah berikutnya (T2).


🔹 T2 (Timer 2 – 1 detik)

  • Jenis: TON.

  • Fungsi: Memberikan jeda (pause) setelah motor kanan berhenti.

  • Saat T1 selesai, maka T2 mulai menghitung 1 detik.

  • Selama T2 berjalan, motor OFF (diam).

  • Setelah T2 selesai, output T2.Q aktif → memicu motor kiri (T3).


🔹 T3 (Timer 3 – 6 detik)

  • Jenis: TON.

  • Fungsi: Mengontrol motor konveyor ke kiri.

  • Saat T2 selesai, T3 mulai menghitung 6 detik.

  • Selama T3 berjalan, Motor_Kiri ON.

  • Setelah 6 detik selesai, T3.Q aktif → motor kiri berhenti → sistem OFF total.


🔹 Kesimpulan

  • T1 (10s): Motor jalan ke kanan.

  • T2 (1s): Jeda (motor OFF).

  • T3 (6s): Motor jalan ke kiri.

  • Setelah itu → semua motor berhenti.


Apakah mau saya buatkan alur waktu (time chart) berupa gambar, supaya siswa bisa lebih mudah memahami urutan kerja T1–T2–T3?

PROJEK 


Baik, mari kita bahas gambar rung ladder yang sudah saya buat tadi 👇


🔎 Penjelasan Rangkaian Ladder

  1. Input Start (I0.0)

    • Tombol untuk menyalakan motor conveyor.

    • Jika ditekan, maka rangkaian mulai bekerja.

  2. Input Stop (I0.1)

    • Tombol untuk mematikan motor secara manual.

    • Berfungsi sebagai Normally Closed (NC) → artinya jika tombol ditekan, motor langsung OFF.

  3. Sensor Part (I0.2)

    • Ditempatkan pada area conveyor untuk mendeteksi keberadaan part.

    • Jika part ada (ON) → motor conveyor tetap berjalan.

    • Jika part hilang/jatuh/diambil (OFF) → motor conveyor langsung berhenti otomatis.

  4. Output Motor Conveyor (Q0.0)

    • Motor penggerak conveyor.

    • Akan ON jika: tombol Start ditekan + tombol Stop tidak ditekan + sensor mendeteksi part.

  5. Self-Hold Motor (Q0.0)

    • Rangkaian “pengunci” agar motor tetap berjalan meskipun tombol Start dilepas.

    • Motor akan tetap ON selama sensor mendeteksi part.


⚙️ Alur Kerja Program

  1. Operator menekan Start (I0.0) → motor conveyor (Q0.0) menyala.

  2. Conveyor berjalan selama sensor (I0.2) mendeteksi part.

  3. Jika part hilang/jatuh → sensor OFF → motor berhenti otomatis.

  4. Operator bisa menghentikan conveyor kapan saja dengan Stop (I0.1).


Jadi gambar ladder tersebut adalah sistem kontrol keamanan conveyor:

  • Aman karena motor tidak akan jalan jika part hilang.

  • Mudah dikendalikan dengan Start/Stop.

Mau saya buatkan versi dengan alarm + lampu indikator (hijau untuk normal, merah untuk error) biar lebih lengkap seperti sistem industri nyata?

Post a Comment

0 Comments