MATERI SCANNER X TBSM



RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Satuan Pendidikan: SMK Setiagama

Program Keahlian: Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Mata Pelajaran: Sistem Injeksi Sepeda Motor

Kelas/Semester: X / Ganjil

Alokasi Waktu: 3 JP (3 x 45 menit)


A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan melakukan pemeriksaan sistem injeksi sepeda motor menggunakan alat scanner untuk membaca data sensor, mendiagnosis kerusakan, serta menginterpretasikan hasil pembacaan.


B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan fungsi alat scanner pada sistem injeksi sepeda motor.

  2. Menyebutkan data sensor yang dapat dibaca oleh alat scanner (TPS, ECT, IAT, RPM, dll).

  3. Mengoperasikan alat scanner JDiag M100 untuk membaca data sistem injeksi.

  4. Menganalisis hasil pembacaan data scanner untuk menentukan kondisi komponen.

  5. Menyusun laporan hasil pemeriksaan sistem injeksi.


C. Materi Pembelajaran

  1. Pengertian dan fungsi alat scanner

    • Fungsi alat scanner dalam sistem EFI

    • Prinsip kerja komunikasi ECU – scanner

  2. Jenis-jenis data yang dapat dibaca scanner

    • RPM, TPS, ECT, IAT, tegangan aki, waktu injeksi, waktu pengapian, dll

  3. Langkah penggunaan JDiag M100

    • Menyambungkan konektor DLC

    • Memilih tipe kendaraan

    • Membaca data live data

    • Menganalisis hasil pembacaan

  4. Analisis data hasil scanner

    • Interpretasi nilai normal tiap sensor

    • Deteksi gejala kerusakan dari data

  5. Penyusunan laporan pemeriksaan sistem injeksi


D. Metode Pembelajaran

  • Pendekatan: Scientific dan Project Based Learning (PjBL)

  • Metode: Ceramah interaktif, demonstrasi, diskusi, praktik langsung, dan presentasi hasil.


E. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan absensi.

  • Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.

  • Tanya jawab singkat tentang pengalaman siswa dalam menggunakan alat scanner.

  • Menampilkan contoh hasil pembacaan scanner JDiag M100 (gambar seperti yang Anda kirim).

2. Kegiatan Inti (90 menit)

Tahap 1 – Orientasi dan Observasi

  • Guru menjelaskan fungsi dan prinsip kerja alat scanner.

  • Siswa mengamati komponen alat scanner dan konektor DLC pada motor.

Tahap 2 – Eksperimen/Praktik

  • Siswa berkelompok melakukan pemeriksaan sistem injeksi dengan JDiag M100:

    1. Menghubungkan scanner ke motor.

    2. Menyalakan kontak ON.

    3. Membaca data live data seperti: RPM, TPS, ECT, injektor, tegangan aki.

Tahap 3 – Analisis

  • Siswa mencatat hasil pembacaan data.

  • Menganalisis apakah nilai-nilai sensor berada pada kondisi normal.

  • Membandingkan hasil antar kelompok.

Tahap 4 – Presentasi dan Diskusi

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pemeriksaan dan analisisnya.

  • Guru memberi umpan balik dan klarifikasi.

Tahap 5 – Refleksi

  • Guru dan siswa menyimpulkan fungsi scanner dan cara membaca hasil data.

3. Kegiatan Penutup (30 menit)

  • Guru memberikan kuis/refleksi singkat.

  • Menyampaikan hasil evaluasi dan penilaian.

  • Menugaskan siswa membuat laporan hasil pemeriksaan sistem injeksi.


F. Media dan Alat

  • Media: Laptop, LCD, modul sistem injeksi, alat scanner JDiag M100

  • Alat/Bahan: Sepeda motor injeksi, kabel OBD, buku pedoman servis, multimeter.


G. Penilaian

Aspek Indikator Teknik Bentuk Instrumen
Pengetahuan Menjelaskan fungsi scanner dan data sensor Tes tertulis Pilihan ganda & uraian
Keterampilan Mengoperasikan scanner dan membaca data Observasi praktik Lembar observasi kerja
Sikap Kerjasama, disiplin, dan keselamatan kerja Observasi Daftar cek sikap kerja

H. Lembar Penilaian Keterampilan (contoh)

No Aspek yang Dinilai Skor 1–4 Keterangan
1 Menghubungkan scanner dengan benar
2 Membaca data sensor dari alat scanner
3 Mengidentifikasi nilai abnormal sensor
4 Menyusun laporan hasil pemeriksaan
Nilai Akhir (Total Skor / 4) x 100




📊 Data Hasil Pembacaan:

Parameter Nilai Satuan Analisis / Keterangan
Putaran Mesin (RPM) 0 RPM Mesin dalam kondisi mati, karena tidak ada putaran mesin yang terdeteksi.
Temp. Mesin 67 °C Suhu mesin normal sedang – mesin mungkin baru saja dimatikan setelah hidup, atau pemanasan awal selesai.
Bukaan Gas (TPS) 0 % Throttle tertutup penuh (posisi idle/off). Sensor TPS berfungsi baik jika nilai berubah saat gas dibuka.
Injektor 0 ms Tidak ada injeksi bahan bakar karena mesin mati (RPM 0).
Waktu Pengapian -20 ° Nilai ini menunjukkan advance ignition timing; karena mesin mati, nilai ini bisa dibaca default atau error pembacaan saat non-running.
Teg. Aki (Battery Voltage) 12.7 V Tegangan aki normal, ideal untuk kondisi mesin mati (12,4–12,8V).
Temp. Mesin (duplikat) 67 °C Duplikasi tampilan, sama seperti di atas.
Bukaan Gas (Sensor TPS) 1.365 / 0.332 V Tegangan referensi TPS: 0,3–0,8V = idle tertutup, 4–4,5V = gas penuh. Nilai ini normal untuk throttle tertutup.

⚙️ Kesimpulan:

  • Mesin dalam kondisi mati (RPM 0).

  • Sistem injeksi dan sensor utama normal, karena semua nilai berada dalam kisaran yang logis.

  • Aki baik, tegangan 12,7V cukup untuk starter.

  • Sensor suhu mesin (ECT) menunjukkan mesin sudah agak panas (67°C).

  • TPS (Throttle Position Sensor) bekerja baik dengan nilai sinyal dasar normal.


💡 Saran Pemeriksaan Lanjutan:

Jika Anda ingin memastikan sistem bekerja normal:

  1. Nyalakan mesin, lalu amati:

    • RPM naik sesuai idle (±1500 RPM untuk motor injeksi).

    • Injektor menunjukkan nilai pulse width (biasanya 2–4 ms saat idle).

    • Tegangan aki naik ke 13,5–14,5V → menunjukkan sistem pengisian bekerja.

  2. Gas perlahan, pastikan nilai “BUKAAN GAS” dan “INJEKTOR” berubah proporsional.

  3. Pantau suhu mesin hingga kipas pendingin aktif (biasanya di 90–100°C).


Apakah Anda ingin saya bantu buatkan lembar analisis hasil scanner JDiag M100 (format tabel laporan siswa TBSM)? Itu bisa dipakai untuk praktik atau ujian bengkel.

Baik 👌 berikut contoh format dan panduan lengkap menyusun laporan hasil pemeriksaan sistem injeksi sepeda motor menggunakan alat scanner (contohnya JDiag M100).
Format ini cocok digunakan untuk praktik siswa SMK TBSM kelas XII setelah melakukan pemeriksaan injeksi.


🧾 LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN SISTEM INJEKSI SEPEDA MOTOR

A. Identitas Pemeriksaan

Keterangan Isi
Nama Siswa ..........................................
Kelas / Kompetensi Keahlian XII TBSM
Tanggal Pemeriksaan ..........................................
Nama Guru Pembimbing ..........................................
Jenis Sepeda Motor ..........................................
Nomor Polisi / Rangka / Mesin ..........................................
Alat yang digunakan Scanner JDiag M100

B. Tujuan Pemeriksaan

Untuk mengetahui kondisi kerja komponen sistem injeksi sepeda motor dengan membaca data sensor menggunakan alat scanner JDiag M100, serta menganalisis apakah sistem bekerja dengan normal atau mengalami gangguan.


C. Dasar Teori Singkat

Sistem injeksi (EFI – Electronic Fuel Injection) bekerja dengan mengatur jumlah bahan bakar dan waktu pengapian berdasarkan data dari berbagai sensor, seperti:

  • Sensor suhu mesin (ECT)

  • Sensor posisi throttle (TPS)

  • Sensor tekanan udara (MAP)

  • Sensor kecepatan putaran mesin (RPM)

  • Tegangan baterai (VBAT)
    Data dari sensor tersebut dibaca ECU dan dikirim ke alat scanner untuk analisis.


D. Langkah Kerja

  1. Pastikan aki dalam kondisi baik (≥ 12,4 V).

  2. Hubungkan konektor DLC antara motor dan scanner JDiag M100.

  3. Nyalakan kontak (ON).

  4. Pilih menu kendaraan sesuai tipe motor.

  5. Pilih menu “Data Stream” atau “Live Data”.

  6. Catat nilai pembacaan sensor dalam kondisi:

    • Mesin mati (kunci ON)

    • Mesin hidup pada putaran idle

    • Mesin digas perlahan

  7. Analisis hasil pembacaan dan bandingkan dengan spesifikasi standar.


E. Hasil Pembacaan Data Scanner

No Parameter Nilai Terbaca Satuan Kondisi Normal Keterangan
1 Putaran Mesin 0 / 1500 RPM 1300–1600 (idle) Mesin mati / hidup
2 Temperatur Mesin 67 °C 70–100 Normal
3 Bukaan Gas (TPS) 0 / 1,365 V 0,3–0,8V (idle) / 4–4,5V (full) Normal
4 Injektor 0 / 2,8 ms 2–4 ms (idle) Normal
5 Waktu Pengapian -20 ° -10 s.d. +30° tergantung beban Normal
6 Tegangan Aki 12,7 V 12,4–14,5 Normal
7 Sensor MAP (jika ada) ... kPa 20–100 Normal
8 Sensor IAT ... °C 25–50 Normal

F. Analisis Hasil

  • Semua data sensor terbaca dengan baik oleh scanner → menandakan ECU dan jalur komunikasi bekerja normal.

  • Nilai tegangan aki 12,7V menunjukkan sistem kelistrikan baik.

  • Nilai TPS, ECT, dan injektor dalam kisaran normal → tidak ada gejala kerusakan sensor.

  • Jika ada nilai menyimpang (misal tegangan TPS terlalu tinggi), maka dilakukan pemeriksaan sensor atau kabel penghubung.


G. Kesimpulan

Dari hasil pemeriksaan menggunakan scanner JDiag M100, sistem injeksi sepeda motor menunjukkan kondisi normal dan bekerja dengan baik. Tidak ditemukan kerusakan pada sensor utama maupun gangguan komunikasi ECU.

(Jika ditemukan anomali, tulis kesimpulan sesuai hasil nyata di lapangan.)


H. Saran / Tindak Lanjut

  1. Lakukan pemeriksaan berkala setiap servis besar.

  2. Jika ditemukan nilai abnormal, lakukan pengujian sensor secara manual dengan multimeter.

  3. Pastikan konektor ECU dan ground dalam kondisi bersih dan kencang.


Apakah Anda ingin saya bantu buatkan template laporan ini dalam format Word (.docx) agar bisa langsung diisi oleh siswa (dengan tabel dan kolom kosong siap tulis tangan atau ketik)?

Post a Comment

0 Comments