MATERI KELISTRIKAN SMKN1 JAKARTA

 

MATERI PEMBELAJARAN KELISTRIKAN KENDARAAN



Pengenalan Komponen dan Jalur Kelistrikan Sistem Penerangan

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dasar sistem kelistrikan kendaraan.

  2. Mengidentifikasi komponen-komponen kelistrikan kendaraan.

  3. Menjelaskan fungsi baterai, sekring, saklar, relay, lampu, dan massa.

  4. Menjelaskan prinsip kerja saklar dan relay.

  5. Membaca jalur sederhana sistem penerangan kendaraan.

  6. Mengidentifikasi jalur positif dan negatif/massa.

  7. Melakukan pemeriksaan sederhana pada rangkaian sistem penerangan.


B. PENGENALAN SISTEM KELISTRIKAN KENDARAAN

Sistem kelistrikan kendaraan adalah sistem yang menggunakan energi listrik untuk menjalankan berbagai komponen pada kendaraan.

Contoh sistem yang menggunakan listrik antara lain:

  • Sistem penerangan

  • Sistem pengapian

  • Sistem starter

  • Sistem pengisian

  • Klakson

  • Lampu sein

  • Lampu rem

  • Panel instrumen

  • Sistem kontrol elektronik

Pada materi ini kita fokus pada sistem penerangan kendaraan.


C. SUMBER LISTRIK KENDARAAN

Sumber listrik utama pada kendaraan umumnya berasal dari:

1. Baterai/Aki

Baterai berfungsi menyimpan dan menyediakan energi listrik untuk sistem kelistrikan kendaraan.

Pada kendaraan sepeda motor, baterai umumnya memiliki tegangan sekitar 12 volt.

Terminal baterai:

  • (+) = positif

  • (-) = negatif

Contoh penggunaan baterai:

  • Lampu

  • Klakson

  • Starter elektrik

  • Sistem kontrol elektronik

2. Sistem Pengisian

Saat mesin hidup, sistem pengisian menghasilkan listrik dan mengisi kembali baterai.

Komponen yang berhubungan dengan sistem pengisian antara lain:

  • Spul/alternator

  • Regulator/rectifier

  • Baterai


D. KOMPONEN DASAR SISTEM PENERANGAN

Beberapa komponen penting pada sistem penerangan kendaraan adalah:

NoKomponenFungsi
1BateraiSumber/penyimpan energi listrik
2SekringMelindungi rangkaian dari arus berlebih
3SaklarMenghubungkan dan memutus arus
4RelayMengendalikan beban menggunakan arus kontrol yang lebih kecil
5LampuMengubah energi listrik menjadi cahaya
6KabelMengalirkan arus listrik
7Massa/GroundJalur kembali arus ke negatif sumber
8SoketPenghubung komponen dengan kabel
9Fuse holderTempat pemasangan sekring
10KonektorMenghubungkan beberapa kabel/rangkaian

E. SAKLAR

1. Pengertian Saklar

Saklar adalah komponen yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran listrik.

Contoh saklar pada kendaraan:

  • Saklar lampu

  • Saklar sein

  • Saklar lampu jauh/dekat

  • Saklar rem

  • Saklar klakson

  • Ignition switch/kunci kontak

Prinsip kerja sederhana

Ketika saklar ON, rangkaian terhubung sehingga arus dapat mengalir.

Ketika saklar OFF, rangkaian terputus sehingga arus tidak mengalir.

Contoh:

Baterai (+)
    │
    │
 [SAKLAR]
    │
    │
  [LAMPU]
    │
    │
  MASSA
    │
Baterai (-)

Ketika saklar ON → lampu menyala.

Ketika saklar OFF → lampu mati.


F. RELAY

1. Pengertian Relay

Relay adalah saklar yang dikendalikan secara elektrik.

Relay digunakan agar arus besar yang diperlukan oleh beban tidak harus melewati saklar utama.

Contohnya pada sistem lampu kendaraan.

Tanpa relay:

Baterai → Saklar → Lampu

Dengan relay:

Baterai → Relay → Lampu
             ↑
           Saklar

Saklar hanya mengendalikan relay, sedangkan arus utama lampu melewati kontak relay.


2. Fungsi Relay

Relay digunakan untuk:

  1. Mengendalikan beban dengan arus yang lebih besar.

  2. Mengurangi beban arus pada saklar.

  3. Mengurangi panjang jalur arus besar melalui saklar.

  4. Membantu menjaga kinerja rangkaian listrik.

  5. Memungkinkan penggunaan saklar berarus kecil untuk mengontrol beban.


3. Terminal Relay

Relay otomotif yang umum memiliki terminal:

TerminalFungsi
30Input sumber listrik/baterai
85Kumparan relay
86Kumparan relay
87Output menuju beban
87aOutput NC pada relay 5 kaki

Relay 4 kaki

       RELAY
       
       85 ─────┐
               │
             COIL
               │
       86 ─────┘

       30 ─────── 87
       INPUT      OUTPUT

Terminal 85 dan 86 merupakan bagian kumparan.

Terminal 30 dan 87 merupakan jalur kontak daya pada relay.


G. SEKRING/FUSE

1. Pengertian

Sekring adalah komponen pengaman yang akan memutus rangkaian apabila arus melebihi batas yang ditentukan.

Contoh:

Baterai (+)
    │
 [SEKRING]
    │
 [SAKLAR]
    │
 [LAMPU]
    │
  MASSA

Jika terjadi hubungan pendek (short circuit), sekring dapat putus sehingga membantu melindungi kabel dan komponen.

Catatan penting

Jangan mengganti sekring dengan kapasitas yang lebih besar tanpa memperhatikan spesifikasi kendaraan.


H. LAMPU

Lampu merupakan beban yang mengubah energi listrik menjadi cahaya.

Contoh lampu pada kendaraan:

  • Lampu utama/headlamp

  • Lampu kota

  • Lampu belakang

  • Lampu rem

  • Lampu sein

  • Lampu plat nomor

  • Lampu indikator

Lampu mempunyai dua jalur utama:

Jalur positif (+) → menuju lampu

Jalur negatif/massa (-) → kembali ke sumber listrik


I. KABEL

Kabel berfungsi sebagai penghantar listrik dari satu komponen ke komponen lainnya.

Contoh:

Baterai → Sekring → Saklar → Relay → Lampu → Massa

Pemilihan ukuran kabel harus disesuaikan dengan arus yang mengalir pada rangkaian.

Semakin besar arus yang diperlukan, umumnya diperlukan penghantar dengan kemampuan membawa arus yang sesuai.


J. MASSA/GROUND

Massa merupakan jalur kembali arus listrik menuju terminal negatif sumber listrik.

Pada kendaraan, rangka/frame mesin sering digunakan sebagai bagian dari jalur massa.

Contoh:

(+)
BATERAI
  │
  │
 [SEKRING]
  │
 [SAKLAR]
  │
 [LAMPU]
  │
  │
MASSA/FRAME
  │
  │
 (-)
BATERAI

Massa yang buruk dapat menyebabkan:

  • Lampu redup

  • Lampu tidak menyala

  • Komponen bekerja tidak normal

  • Tegangan pada beban tidak sesuai


K. JALUR KELISTRIKAN SISTEM PENERANGAN

Secara sederhana, jalur sistem penerangan dapat digambarkan:

       BATERAI
        (+)
         │
         ▼
      SEKRING
         │
         ▼
       SAKLAR
         │
         ▼
       RELAY
         │
         ▼
        LAMPU
         │
         ▼
     MASSA/FRAME
         │
         ▼
       BATERAI
        (-)

Urutan dasar:

Baterai → Sekring → Saklar → Relay → Lampu → Massa → Baterai

Namun, perlu diperhatikan bahwa susunan sebenarnya dapat berbeda tergantung desain dan tipe kendaraan.


L. CONTOH RANGKAIAN LAMPU DENGAN RELAY

Contoh sederhana:

              BATERAI (+)
                   │
                   │
                SEKRING
                   │
                   │
                  30
                ┌─────┐
          86 ───│ RELAY│─── 87 ─── LAMPU
          │     └─────┘            │
          │                        │
        SAKLAR                     │
          │                        │
         85                        │
          │                        │
        MASSA                    MASSA

Secara konsep:

Jalur kontrol

Saklar → Kumparan Relay

Jalur daya

Baterai → Sekring → Relay → Lampu → Massa

Dengan demikian saklar tidak perlu membawa seluruh arus beban lampu.


M. CARA MEMBACA JALUR KELISTRIKAN

Ketika membaca wiring diagram, siswa harus memahami beberapa hal:

1. Cari sumber listrik

Biasanya dimulai dari:

Baterai (+)

2. Cari pengaman

Perhatikan:

Fuse/Sekring

3. Cari alat pengendali

Contohnya:

Saklar, ignition switch, atau relay

4. Cari beban

Contohnya:

Lampu, klakson, motor listrik

5. Cari jalur massa

Perhatikan:

Ground/Massa/Frame/Baterai (-)


N. CARA MENGETAHUI KERUSAKAN SEDERHANA

Jika lampu tidak menyala, pemeriksaan dapat dilakukan secara sistematis.

Urutan pemeriksaan:

Baterai
   ↓
Sekring
   ↓
Saklar
   ↓
Relay
   ↓
Kabel & konektor
   ↓
Lampu
   ↓
Massa

Contoh:

Lampu tidak menyala

Periksa:

  1. Apakah baterai memiliki tegangan?

  2. Apakah sekring putus?

  3. Apakah saklar bekerja?

  4. Apakah relay bekerja?

  5. Apakah kabel terputus?

  6. Apakah konektor longgar?

  7. Apakah lampu rusak?

  8. Apakah massa terhubung dengan baik?


O. KONSEP PENTING

Siswa harus memahami bahwa sebuah rangkaian listrik membutuhkan jalur yang lengkap.

Contoh:

       ARUS
        ↓
Baterai (+)
    ↓
Sekring
    ↓
Saklar
    ↓
Lampu
    ↓
Massa
    ↓
Baterai (-)

Jika salah satu bagian jalur terputus, lampu dapat tidak menyala.


P. RANGKUMAN

  1. Baterai berfungsi sebagai sumber dan penyimpan energi listrik.

  2. Sekring berfungsi sebagai pengaman rangkaian.

  3. Saklar berfungsi menghubungkan dan memutus arus.

  4. Relay merupakan saklar yang dikendalikan secara elektrik.

  5. Lampu merupakan beban listrik yang menghasilkan cahaya.

  6. Kabel berfungsi sebagai penghantar listrik.

  7. Massa merupakan jalur kembali arus menuju negatif sumber.

  8. Sistem penerangan harus memiliki jalur listrik yang lengkap.

  9. Wiring diagram digunakan untuk mengetahui hubungan antar-komponen.

  10. Pemeriksaan kelistrikan dilakukan secara sistematis dari sumber sampai beban.


Q. AKTIVITAS PRAKTIK SISWA

Praktik 1 – Mengenali Komponen

Siswa mengamati komponen:

  • Baterai

  • Sekring

  • Saklar

  • Relay

  • Lampu

  • Kabel

  • Soket

  • Konektor

Kemudian mengisi tabel:

KomponenFungsiKondisi
Baterai
Sekring
Saklar
Relay
Lampu
Kabel
Soket

Praktik 2 – Membaca Jalur

Amati rangkaian:

Baterai → Sekring → Saklar → Relay → Lampu → Massa

Jawablah:

  1. Dari mana sumber listrik berasal?

  2. Apa fungsi sekring?

  3. Apa fungsi saklar?

  4. Apa fungsi relay?

  5. Apa yang menjadi beban listrik?

  6. Ke mana arus kembali setelah melewati lampu?

  7. Apa yang terjadi jika kabel massa terputus?

Praktik 3 – Pemeriksaan Rangkaian

Gunakan multimeter untuk melakukan pemeriksaan dasar pada rangkaian dengan mengikuti prosedur keselamatan dan spesifikasi kendaraan.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Tegangan baterai

  • Kondisi sekring

  • Kontinuitas kabel

  • Kondisi saklar

  • Tegangan pada beban

  • Kondisi jalur massa


R. KESIMPULAN

Sistem penerangan kendaraan merupakan salah satu sistem kelistrikan yang penting untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Pemahaman terhadap baterai, sekring, saklar, relay, lampu, kabel, dan massa merupakan dasar sebelum siswa mempelajari wiring diagram kendaraan yang lebih kompleks.

Kunci utama dalam memahami kelistrikan kendaraan adalah:

SUMBER → PENGAMAN → PENGENDALI → BEBAN → MASSA

Dengan memahami alur tersebut, siswa akan lebih mudah membaca dan menganalisis rangkaian kelistrikan kendaraan.


TUGAS PRAKTIK KELISTRIKAN KENDARAAN

Merangkai Rangkaian Kelistrikan Sederhana

Nama: ......................................................
Kelas: ......................................................
Kelompok: ......................................................
Tanggal: ......................................................

Petunjuk

  1. Amati gambar rangkaian yang diberikan guru.

  2. Identifikasi setiap komponen.

  3. Tentukan jalur positif dan jalur massa.

  4. Rangkailah sesuai diagram.

  5. Uji apakah rangkaian dapat bekerja.

  6. Tuliskan hasil pengamatan pada lembar jawaban.

  7. Gunakan sumber tegangan sesuai spesifikasi komponen dan ikuti prosedur keselamatan kerja.


SOAL 1 – Rangkaian Lampu dengan Saklar

Rancang dan rangkai sebuah lampu sederhana menggunakan baterai, sekring, saklar, lampu, dan massa.

Diagram dasar:

Baterai (+)
     │
  Sekring
     │
   Saklar
     │
    Lampu
     │
   Massa
     │
Baterai (-)

Tugas:

  1. Rangkailah komponen sesuai diagram.

  2. Jelaskan fungsi masing-masing komponen.

  3. Apa yang terjadi ketika saklar ON?

  4. Apa yang terjadi ketika saklar OFF?


SOAL 2 – Rangkaian Lampu dengan Relay

Buat rangkaian lampu menggunakan baterai, sekring, saklar, relay 4 kaki, lampu, dan massa.

Konsep rangkaian:

Jalur kontrol:
Saklar → Relay

Jalur daya:
Baterai (+) → Sekring → Relay → Lampu → Massa

Tugas:

  1. Identifikasi terminal relay 30, 85, 86, dan 87.

  2. Tentukan terminal yang digunakan untuk jalur daya.

  3. Tentukan terminal yang digunakan untuk kumparan relay.

  4. Rangkailah sesuai konsep di atas.

  5. Jelaskan fungsi relay pada rangkaian.


SOAL 3 – Rangkaian Lampu Kepala HI dan LO

Buat rangkaian sederhana lampu kepala dengan pilihan lampu jauh (HI) dan lampu dekat (LO).

Komponen:

  • Baterai

  • Sekring

  • Saklar lampu

  • Saklar dimmer HI/LO

  • Lampu HI

  • Lampu LO

  • Kabel

  • Massa

Konsep:

Baterai (+)
     │
  Sekring
     │
 Saklar Lampu
     │
  Dimmer
   ┌─┴─┐
   │   │
  HI   LO
   │   │
 Lampu Lampu
   │   │
   └─┬─┘
     │
   Massa

Tugas:

  1. Rangkailah sistem lampu kepala.

  2. Uji posisi HI.

  3. Uji posisi LO.

  4. Jelaskan jalur arus ketika posisi HI.

  5. Jelaskan jalur arus ketika posisi LO.


SOAL 4 – Mencari Kesalahan Rangkaian

Perhatikan rangkaian berikut:

Baterai (+)
     │
   Lampu
     │
   Saklar
     │
   Massa

Baterai (-)
     X

Lampu tidak menyala.

Tugas:

  1. Apakah rangkaian tersebut lengkap?

  2. Di mana letak kesalahannya?

  3. Bagaimana cara memperbaikinya?

  4. Gambarkan kembali rangkaian yang benar.

  5. Jelaskan mengapa lampu tidak dapat menyala sebelum diperbaiki.


SOAL 5 – Membuat Rangkaian Penerangan Sendiri

Buatlah sebuah rangkaian penerangan sederhana menggunakan minimal:

  • 1 baterai

  • 1 sekring

  • 1 saklar

  • 1 relay

  • 1 lampu

  • Kabel

  • Massa

Tugas:

  1. Buat gambar/wiring diagram rangkaian.

  2. Berikan nama pada setiap komponen.

  3. Tentukan jalur positif.

  4. Tentukan jalur massa.

  5. Tentukan jalur kontrol relay.

  6. Tentukan jalur daya relay.

  7. Rangkailah rangkaian tersebut.

  8. Uji rangkaian.

  9. Jelaskan cara kerja rangkaian dari baterai sampai kembali ke massa.


LEMBAR HASIL PRAKTIK

No.RangkaianBerhasilTidak BerhasilKeterangan
1Lampu + Saklar
2Lampu + Relay
3Lampu HI/LO
4Perbaikan rangkaian
5Rangkaian buatan sendiri

Pertanyaan Kesimpulan

  1. Apa fungsi sekring?

  2. Apa fungsi saklar?

  3. Apa fungsi relay?

  4. Apa fungsi massa?

  5. Mengapa jalur kelistrikan harus memiliki rangkaian yang lengkap?

Kesimpulan Siswa

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

Post a Comment

0 Comments