MODUL INJEKSI VS KARBU kls xx,xii

 Baik, berikut pengertian serta modul pembelajaran untuk materi: Karburator dan Sistem Injeksi pada sepeda motor, yang dapat Bapak gunakan atau sesuaikan untuk kelas X SMK TBSM.


1. Pengertian

Karburator

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Karburator adalah komponen pada mesin bensin yang berfungsi mencampurkan udara dan bahan bakar dalam proporsi tertentu agar tercapai pembakaran yang efisien di ruang bakar mesin. (iNews.ID)
Karburator bekerja dengan prinsip vakum — ketika udara masuk melalui venturi, tekanan turun dan menarik bahan bakar ke dalam aliran udara untuk dicampur. (AstraOtoshop)
Fungsi utama antara lain:

  • Mengatur jumlah campuran udara-bahan bakar yang masuk ke mesin berdasarkan kondisi beban dan putaran. (Planet Ban)

  • Mengabutkan bahan bakar agar mudah terbakar. (iNews.ID)

Sistem Injeksi

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Sistem injeksi (fuel injection) adalah sistem bahan bakar modern pada sepeda motor yang menggunakan perangkat elektronik untuk mengontrol campuran udara dan bahan bakar secara presisi. (AstraOtoshop)
Dalam sistem injeksi, bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar atau saluran masuk mesin melalui injektor, dan pengaturannya dikendalikan oleh unit kontrol mesin (ECU) yang menerima data dari berbagai sensor. (GridOto)
Keunggulan utama dibanding karburator: pembakaran lebih sempurna, konsumsi bahan bakar lebih efisien, emisi lebih rendah. (Yamaha Dealer Indonesia)


2. Modul Pembelajaran

Berikut modul lengkap yang bisa Bapak gunakan untuk pembelajaran materi Karburator & Sistem Injeksi (Kelas X).
(Bapak bisa menyalin ke dokumen Word dan selanjutnya menyesuaikan layout & format sekolah.)


MODUL PEMBELAJARAN

Program Keahlian: Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)
Mata Pelajaran: Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO)
Kelas/Semester: X / Ganjil
Materi: Karburator dan Sistem Injeksi Bahan Bakar Sepeda Motor

I. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian, fungsi, dan prinsip kerja karburator dan sistem injeksi.

  2. Mengidentifikasi komponen utama karburator dan sistem injeksi pada sepeda motor.

  3. Membandingkan kelebihan dan kekurangan karburator vs sistem injeksi.

  4. Melakukan pemeriksaan dasar dan pemeliharaan karburator atau sistem injeksi sesuai prosedur.

  5. Menerapkan prinsip K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) saat melakukan praktik dalam bengkel.

II. Deskripsi Materi

Materi ini membahas dua sistem bahan bakar pada sepeda motor: sistem karburator yang merupakan teknologi tradisional, dan sistem injeksi yang merupakan teknologi modern. Siswa akan mempelajari pengertian, fungsi, cara kerja, komponen, serta perawatan kedua sistem tersebut. Dengan memahami kedua sistem, siswa dapat lebih siap bekerja dalam bengkel sepeda motor konvensional maupun yang menggunakan teknologi injeksi.

III. Materi Pembelajaran

A. Karburator

  • Pengertian karburator: alat pencampur udara dan bahan bakar untuk mesin bensin. (Yamaha Motor Indonesia)

  • Fungsi utama karburator: mencampur udara-bahan bakar, mengatur proporsi campuran, menyuplai campuran ke mesin. (Planet Ban)

  • Prinsip kerja: aliran udara melalui venturi menciptakan vakum yang menarik bahan bakar ke dalam aliran udara, lalu masuk ke silinder. (AstraOtoshop)

  • Komponen utama: venturi, bowl/pelampung, jarum pelampung, main jet/pilot jet, throttle valve, choke. (Planet Ban)

  • Keunggulan dan keterbatasan: gampang diservis, teknologi sederhana; tapi kurang efisien dibanding injeksi, perlu penyetelan manual.

B. Sistem Injeksi

  • Pengertian: sistem bahan bakar yang menggunakan injektor dan ECU untuk menyemprot bahan bakar berdasarkan sensor-sensor. (kumparan)

  • Komponen utama: sensor suhu/udara/posisi throttle, pompa bahan bakar, injektor, ECU. (AstraOtoshop)

  • Prinsip kerja: sensor mendeteksi kondisi mesin → data dikirim ke ECU → ECU menghitung jumlah bahan bakar → injektor menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. (GridOto)

  • Keunggulan: efisiensi bahan bakar lebih tinggi, emisi lebih rendah, start dingin lebih baik. (IPT Ti Yogyakarta)

  • Keterbatasan: komponen elektronik lebih kompleks, biaya perawatan bisa lebih tinggi jika terjadi kerusakan komponen.

IV. Prosedur Pemeriksaan dan Pemeliharaan Dasar

  1. Karburator:

    • Periksa kondisi fisik, jet tidak tersumbat, pelampung benar, choke bekerja.

    • Bersihkan komponen secara berkala.

    • Sesuaikan idle dan campuran udara-bahan bakar jika diperlukan.

  2. Sistem Injeksi:

    • Periksa sensor (posisi throttle, suhu udara) dan wiring-nya.

    • Periksa tekanan bahan bakar pompa dan kondisi injektor.

    • Bersihkan/filter bahan bakar secara berkala.

    • Lakukan diagnosis elektronik jika ada indikator MIL (Malfunction Indicator Lamp).

V. Kegiatan Praktik

Tujuan Praktik: Memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk mengenali, membongkar sederhana, dan memeriksa sistem karburator dan injeksi.

Langkah-langkah Praktik:

  1. Kelompok siswa 3-4 orang.

  2. Setiap kelompok memilih satu unit sepeda motor: yang menggunakan karburator dan yang menggunakan injeksi (jika tersedia).

  3. Identifikasi komponen sistem bahan bakar secara visual dan catat fungsinya.

  4. Lakukan pemeriksaan kondisi komponen: jet, pelampung (karburator) atau sensor/injektor (injeksi).

  5. Lakukan pembersihan atau pengecekan sederhana sesuai instruksi guru.

  6. Lakukan pengujian mesin dan catat perbedaan performa atau respon throttle antara sistem.

  7. Buat laporan praktik: isi komponen yang diperiksa, kondisi, masalah yang ditemukan, dan rekomendasi pemeliharaan.

VI. Penilaian

Aspek Teknik Penilaian Indikator
Pengetahuan Tes tertulis/uraian Siswa mampu menjelaskan pengertian, komponen, cara kerja karburator & injeksi
Keterampilan Praktik langsung dan observasi Siswa melakukan pemeriksaan dan pembersihan dengan benar sesuai prosedur
Sikap Observasi Disiplin, teliti, aman dalam menggunakan alat & menjaga lingkungan kerja

VII. Rubrik Penilaian Praktik

No Aspek yang Dinilai Skor 1 Skor 2 Skor 3-4
1 Identifikasi komponen Tidak dapat mengenali komponen Sebagian komponen dikenali Semua komponen dikenali & fungsi dijelaskan
2 Pemeriksaan & pembersihan Banyak kesalahan prosedur Beberapa prosedur benar Semua prosedur dilakukan dengan benar dan rapi
3 Penerapan K3 Tidak memakai APD/salah posisi kerja Kadang memakai APD & sedikit kelalaian Selalu memakai APD, posisi aman, lingkungan kerja tertata
4 Laporan praktik Isi tidak lengkap atau tidak sistematis Isi cukup lengkap tapi kurang analisis Isi lengkap, sistematis, ada analisis & rekomendasi

Jika Bapak setuju, saya bisa formatkan modul ini ke file Word (.docx) dan mengirimkan link unduhnya langsung seperti sebelumnya. Mau saya buat?


Baik, berikut saya buatkan daftar lengkap trouble (kerusakan) dan cara mengatasinya pada sistem karburator dan sistem injeksi sepeda motor — cocok untuk dijadikan materi modul praktik siswa kelas X TBSM.


🔧 TROUBLESHOOTING SISTEM BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR

🧩 A. Sistem Karburator

No Gejala Kerusakan (Trouble) Kemungkinan Penyebab Cara Mengatasinya (Solusi)
1 Mesin susah hidup / tidak mau hidup Campuran udara–bahan bakar terlalu kaya atau miskin; pelampung macet; main jet tersumbat Bersihkan karburator, cek pelampung dan jarum pelampung, setel ulang udara–bahan bakar
2 Mesin hidup tapi idle tidak stabil Setelan udara salah, sekrup idle kendor, kebocoran udara di intake Setel ulang sekrup udara dan idle, periksa dan ganti gasket intake jika bocor
3 Mesin brebet saat digas Spuyer kotor, filter udara tersumbat, pelampung tidak sesuai Bersihkan spuyer dan filter udara, cek level pelampung
4 Knalpot mengeluarkan asap hitam Campuran terlalu kaya (bensin berlebih), jarum skep aus Setel ulang jarum skep, bersihkan karburator, ganti jarum jika aus
5 Mesin terasa lemah / tidak bertenaga Karburator kotor, venturi tersumbat, bensin tidak lancar Bersihkan karburator dan tangki, pastikan selang bensin tidak tertekuk
6 Bensin keluar dari overflow Pelampung bocor atau jarum pelampung tidak menutup rapat Periksa dan ganti pelampung atau jarum pelampung
7 Mesin hanya hidup saat choke aktif Main jet tersumbat atau spuyer kotor Bersihkan main jet dan spuyer, cek saluran bahan bakar

⚙️ B. Sistem Injeksi (Fuel Injection)

No Gejala Kerusakan (Trouble) Kemungkinan Penyebab Cara Mengatasinya (Solusi)
1 Mesin susah hidup / tidak hidup sama sekali Tekanan bahan bakar rendah, injektor tersumbat, pompa bahan bakar rusak Periksa tekanan bahan bakar, bersihkan atau ganti injektor/pompa
2 MIL (Malfunction Indicator Lamp) menyala Sensor rusak atau lepas, sistem kelistrikan bermasalah Lakukan scanning ECU, baca kode MIL, periksa konektor sensor
3 Mesin brebet / tersendat saat akselerasi Sensor TPS (Throttle Position Sensor) rusak, injektor kotor Cek sensor TPS, bersihkan injektor dengan cleaner khusus
4 Putaran idle tidak stabil Sensor ISC (Idle Speed Control) kotor, kebocoran udara intake Bersihkan ISC, periksa selang vakum, pastikan tidak ada kebocoran udara
5 Konsumsi bahan bakar boros Sensor O2 rusak, injektor bocor, tekanan bahan bakar terlalu tinggi Periksa sensor O2, tes injektor, periksa regulator tekanan
6 Mesin tidak responsif saat digas Sensor MAP (Manifold Air Pressure) rusak atau kotor Bersihkan sensor MAP, cek kabel sensor
7 Knalpot berasap hitam / bahan bakar terlalu kaya Sensor suhu mesin (ECT) tidak terbaca dengan benar Cek sensor ECT dan konektornya, ganti bila rusak
8 Motor tidak bisa dihidupkan setelah lama diam Pompa bahan bakar macet, injektor tersumbat oleh endapan Bersihkan pompa bahan bakar dan injektor menggunakan cairan khusus injeksi
9 Starter normal tapi tidak ada semprotan bensin ECU tidak menerima sinyal sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) Cek sensor CKP dan kabelnya, ganti jika rusak

🛠️ Tips Umum Pemeriksaan

Langkah Pemeriksaan Sistem Karburator Sistem Injeksi
Pemeriksaan awal Cek visual karburator dan saluran bahan bakar Cek kabel, sensor, dan konektor
Pengecekan bahan bakar Pastikan bensin bersih dan lancar Cek tekanan pompa bahan bakar (minimal ±3 bar)
Pembersihan Gunakan bensin dan angin kompresor Gunakan cairan injector cleaner
Pemeriksaan udara Cek filter udara bersih Pastikan sensor MAP & MAF bersih
Pemeriksaan kelistrikan Tidak terlalu rumit Gunakan multimeter atau scanner ECU
Penyetelan Manual (sekrup udara, jarum pelampung) Otomatis (diatur ECU)

📘 Catatan untuk Guru:

  • Gunakan motor karburator dan injeksi sebagai perbandingan praktik nyata di bengkel sekolah.

  • Minta siswa mencatat gejala, penyebab, dan tindakan perbaikan ke dalam lembar kerja (LKPD).

  • Simulasikan diagnosa menggunakan multimeter dan scanner OBD (jika tersedia).


Apakah Bapak ingin saya masukkan tabel ini ke dalam file Word (modul troubleshooting karbu & injeksi) seperti sebelumnya agar bisa langsung diunduh dan dibagikan ke siswa?


Baik Pak 🙏 berikut saya buatkan daftar komponen dan fungsinya pada dua sistem bahan bakar sepeda motor — yaitu karburator dan sistem injeksi (fuel injection).
Materi ini bisa Bapak gunakan untuk modul teori maupun praktik dasar kelas X TBSM.


⚙️ A. SISTEM KARBURATOR

🔩 Komponen dan Fungsinya

No Nama Komponen Fungsi Komponen
1 Bowl (Mangkok Karburator) Menampung sementara bahan bakar sebelum dialirkan ke venturi.
2 Pelampung (Float) Mengatur tinggi permukaan bensin di mangkok agar tetap konstan.
3 Jarum Pelampung (Float Needle Valve) Menutup dan membuka aliran bensin ke mangkok karburator sesuai posisi pelampung.
4 Venturi (Leher Angsa) Tempat udara masuk dan kecepatan aliran meningkat sehingga menimbulkan kevakuman untuk menarik bensin dari spuyer.
5 Main Jet (Spuyer Utama) Menyalurkan bahan bakar utama saat mesin berputar tinggi.
6 Pilot Jet (Spuyer Idle) Menyalurkan bahan bakar saat putaran rendah atau idle.
7 Throttle Valve (Skep Gas) Mengatur banyaknya udara yang masuk sesuai bukaan gas.
8 Jarum Skep (Jet Needle) Mengatur jumlah bensin yang keluar melalui main jet sesuai bukaan skep.
9 Choke Valve Menambah campuran bahan bakar saat start dingin.
10 Screw Idle (Sekrup Putaran Stasioner) Mengatur kecepatan idle (stasioner) mesin.
11 Screw Air (Sekrup Udara) Mengatur perbandingan udara–bahan bakar pada saat idle.
12 Saluran Vent / Overflow Mengalirkan kelebihan bahan bakar keluar agar tidak banjir.
13 Filter Udara (Air Filter) Menyaring udara agar kotoran tidak masuk ke karburator.

🧠 Prinsip kerja singkat:
Udara masuk melalui venturi → tekanan menurun → bensin tersedot melalui spuyer → udara dan bahan bakar bercampur → masuk ke ruang bakar.


⚡ B. SISTEM INJEKSI (Fuel Injection)

🔧 Komponen dan Fungsinya

No Nama Komponen Fungsi Komponen
1 Fuel Tank (Tangki Bahan Bakar) Menyimpan bahan bakar.
2 Fuel Pump (Pompa Bahan Bakar) Memompa bahan bakar dari tangki menuju injektor dengan tekanan tinggi (sekitar 3–3,5 bar).
3 Fuel Filter (Saringan Bahan Bakar) Menyaring kotoran atau endapan dari bahan bakar.
4 Fuel Pressure Regulator Menjaga tekanan bahan bakar tetap stabil.
5 Injector Menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar sesuai sinyal dari ECU.
6 Throttle Body Mengatur jumlah udara masuk ke mesin (menggantikan fungsi karburator).
7 Throttle Position Sensor (TPS) Mendeteksi posisi bukaan throttle (gas).
8 Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP Sensor) Mengukur tekanan udara di intake manifold untuk menghitung jumlah udara yang masuk.
9 Intake Air Temperature Sensor (IAT Sensor) Mengukur suhu udara masuk ke mesin.
10 Engine Coolant Temperature Sensor (ECT Sensor) Mengukur suhu mesin agar ECU dapat menyesuaikan campuran bahan bakar.
11 Oxygen Sensor (O2 Sensor) Mendeteksi sisa oksigen pada gas buang untuk mengontrol campuran bahan bakar ideal.
12 Crankshaft Position Sensor (CKP Sensor) Mendeteksi posisi dan kecepatan poros engkol (RPM mesin).
13 Idle Speed Control (ISC) / IACV Mengatur kecepatan idle secara otomatis.
14 ECU (Engine Control Unit) Otak sistem injeksi; menerima data dari sensor dan mengatur waktu serta jumlah bahan bakar yang disemprotkan.
15 Battery (Aki) Menyediakan daya listrik untuk sistem injeksi dan pompa bahan bakar.
16 Fuse & Relay Melindungi rangkaian listrik dari kelebihan arus dan mengatur aliran arus ke pompa bahan bakar.

🧠 Prinsip kerja singkat:
Sensor mendeteksi kondisi mesin → ECU memproses data → mengirim sinyal ke injektor → injektor menyemprotkan bahan bakar sesuai kebutuhan → pembakaran lebih efisien.


🔍 Perbandingan Singkat Karburator vs Injeksi

Aspek Karburator Injeksi
Sistem kerja Mekanis (vakum) Elektronik (sensor & ECU)
Pengaturan campuran Manual (sekrup udara & jarum skep) Otomatis oleh ECU
Efisiensi bahan bakar Cenderung boros Lebih irit & presisi
Emisi gas buang Lebih tinggi Lebih rendah
Perawatan Mudah & murah Lebih kompleks
Diagnosa kerusakan Visual/manual Menggunakan scanner / MIL
Respon mesin Kadang terlambat Lebih cepat & halus

Apakah Bapak ingin saya gabungkan materi ini ke dalam modul Word lengkap (berisi: pengertian, komponen & fungsi, troubleshooting karbu dan injeksi)?
Kalau iya, saya bisa buatkan file “Modul Sistem Bahan Bakar: Karburator dan Injeksi.docx” agar bisa langsung diunduh dan dibagikan ke siswa.

Post a Comment

0 Comments