PROJEK 4 — MINI SMART FACTORY
SMK Kebon Jeruk · Robotika · Otomasi Industri 4.0
MINI SMART FACTORY adalah prototipe pabrik mini otomatis yang menggambarkan proses produksi di industri modern. Produk bergerak melalui jalur produksi, dideteksi oleh sensor, lalu diproses secara otomatis menggunakan Arduino.
1. Konsep utama projek
Saya menyarankan MINI SMART FACTORY dibuat sebagai miniatur lini produksi dan penyortiran barang otomatis. Agar sesuai dengan projek robotik sebelumnya, kita bisa memulai dari versi sederhana, kemudian dikembangkan menjadi sistem industri mini.
Contoh alur produksinya:
1. Produk masuk
Barang mini diletakkan pada jalur produksi
2. Sensor mendeteksi produk
Sistem mengetahui ada barang di jalur
3. Proses otomatis
Produk berhenti atau diarahkan sesuai program
4. Produk disortir
Servo mengarahkan produk ke tempat yang ditentukan
5. Produk selesai
Barang masuk ke wadah hasil produksi
2. Komponen yang disarankan
Versi awal: menggunakan komponen yang relatif mudah dipelajari siswa.
Arduino Uno
Pusat kendali seluruh proses otomatisasi.
Sensor inframerah (IR)
Mendeteksi keberadaan produk di titik pemeriksaan.
Motor servo
Menggerakkan pintu sortir atau pendorong produk.
Motor DC dengan gearbox
Menggerakkan konveyor mini; perlu driver motor yang sesuai.
Komponen tambahan opsional: LED indikator, tombol mulai/berhenti, rangka kardus atau akrilik, sabuk konveyor, dan catu daya yang sesuai.
3. Pilihan tingkat projek
Pilih versi MINI SMART FACTORY
Smart Sorting Factory
Produk diletakkan secara manual, sensor mendeteksi keberadaannya, lalu servo mengarahkan produk ke wadah. Tidak memerlukan konveyor bermotor.
Cocok untuk prototipe awal dengan biaya dan perakitan lebih sederhana.
Buat rancangan lengkap level ini4. Target pembelajaran siswa
Memahami prinsip otomasi industri.
Mengintegrasikan sensor, mikrokontroler, dan aktuator.
Membuat sistem produksi mini yang bekerja berurutan.
Melakukan pengujian, pencatatan kesalahan, dan perbaikan.
Mempresentasikan prototipe sebagai portofolio karya robotika SMK Kebon Jeruk.
Slogan: “MINI SMART FACTORY — Kecil Prototipenya, Besar Ide Industrinya!”
=====================================================================
Rancangan Projek 4 — MINI SMART FACTORY
SMK Kebon Jeruk · Projek Robotika Siswa · Level 1: Smart Sorting Factory
Konsep utama: membuat pabrik mini yang mampu mendeteksi keberadaan produk, lalu mengarahkan produk ke wadah hasil sortir menggunakan motor servo yang dikendalikan Arduino Uno.
Pada Level 1, kita tidak perlu menggunakan konveyor bermotor terlebih dahulu. Produk diletakkan secara manual pada jalur sortir sehingga proyek lebih hemat biaya, lebih mudah dirakit, dan cocok untuk pembelajaran dasar otomasi industri.
1. Spesifikasi projek
Nama projek
MINI SMART FACTORY
Pengendali
Arduino Uno
Sensor utama
Sensor inframerah (IR)
Aktuator utama
Motor servo SG90
Mekanisme
Pintu pengarah produk
Target
Memisahkan produk ke dua wadah
Catatan penting: sensor IR standar hanya mendeteksi keberadaan objek, bukan membedakan warna atau jenis produk. Untuk Level 1, siswa dapat menguji dua kategori produk dengan memilih jalur secara manual melalui tombol atau sakelar kategori. Sensor mendeteksi produk, sedangkan servo mengarahkannya ke wadah sesuai kategori yang dipilih. Dengan demikian, sistem tidak mengklaim bisa mengenali jenis produk secara otomatis.
2. Konsep mekanik dan ukuran
Rancang alat seperti jalur produksi kecil dengan satu pintu pengarah di tengah dan dua wadah penampung.
Ukuran rancangan awal
40 cm
Panjang alas
25 cm
Lebar alas
2 buah
Wadah produk
1 buah
Pintu servo
Ukuran ini adalah usulan awal, bukan ukuran wajib. Sesuaikan dengan barang yang disortir dan bahan yang tersedia.
Susunan bagian mekanik
A. Alas dan jalur produk
Gunakan kardus bergelombang berlapis, tripleks tipis, atau akrilik. Buat jalur landai atau permukaan licin agar produk mudah bergerak.
B. Posisi sensor IR
Pasang di titik pemeriksaan sebelum pintu sortir. Atur arah sensor agar mendeteksi produk secara konsisten.
C. Pintu pengarah
Pasang servo pada titik percabangan. Lengan servo menggerakkan sekat kecil ke arah wadah A atau wadah B.
D. Wadah hasil sortir
Beri label PRODUK A dan PRODUK B. Pastikan sekat tidak menghalangi barang jatuh ke wadah.
3. Daftar komponen dan perkiraan kebutuhan
No. | Komponen | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|---|
1 | Arduino Uno | 1 | Pengendali |
2 | Sensor IR obstacle | 1 | Mendeteksi produk |
3 | Servo SG90 | 1 | Menggerakkan pintu sortir |
4 | Sakelar kategori | 1 | Memilih produk A/B |
5 | Kabel jumper | Secukupnya | Penghubung rangkaian |
6 | Kabel USB | 1 | Pemrograman dan daya Arduino |
7 | Catu daya servo 5 V | 1 | Sumber daya servo yang stabil |
8 | Kardus/tripleks dan lem | Secukupnya | Rangka mekanik |
9 | Dua wadah kecil | 2 | Penampung produk A/B |
Sakelar kategori dapat berupa sakelar geser atau toggle. Jika belum tersedia, siswa dapat memulai dengan jumper yang dipindahkan antara posisi A dan B, tetapi sakelar lebih praktis untuk demonstrasi.
4. Diagram rangkaian Arduino
Pemetaan pin
Komponen | Pin komponen | Arduino |
| Sensor IR | OUT | D2 |
| Sensor IR | VCC / GND | 5V / GND |
| Servo SG90 | Kabel sinyal | D9 |
| Servo SG90 | VCC / GND | Catu 5 V / GND bersama |
| Sakelar kategori | Satu terminal | D3 |
| Sakelar kategori | Terminal lainnya | GND |
Diagram hubungan sederhana:
SENSOR IR
OUT → D2 · VCC → 5V · GND → GND
ARDUINO UNO
Membaca sensor dan sakelar kategori D3
SERVO SG90
Sinyal D9 · Daya 5 V · GND bersama
Penting untuk keselamatan rangkaian:
Gunakan catu 5 V yang stabil dan sesuai kebutuhan servo. Jangan mengambil daya servo dari pin 5 V Arduino jika servo membuat papan reset atau bergerak tidak stabil.
Jika menggunakan catu daya servo terpisah, hubungkan GND catu servo dengan GND Arduino.
Periksa urutan kabel servo berdasarkan label atau lembar data modul; warna kabel bisa berbeda.
Lepaskan daya sebelum mengubah sambungan.
5. Alur kerja sistem
MULAI
Arduino dinyalakan
Siapkan sistem
Servo pada posisi netral, sensor siap
Produk terdeteksi?
Menunggu produk
Baca kategori A/B
Servo mengarahkan pintu
Tunggu produk lewat, lalu netral
Kembali ke mode siaga
Untuk versi ini, siswa memilih kategori terlebih dahulu melalui sakelar. Sensor hanya mendeteksi keberadaan barang, bukan menentukan kategori secara otomatis.
6. Kode program Arduino lengkap
Program berikut mengasumsikan sensor IR mengeluarkan LOW saat objek terdeteksi. Banyak modul obstacle IR bekerja demikian, tetapi pastikan dengan menguji modul yang digunakan.
Sakelar kategori menggunakan INPUT_PULLUP: sakelar tertutup ke GND berarti kategori A; sakelar terbuka berarti kategori B.
#include <Servo.h>
const int PIN_SENSOR = 2;
const int PIN_KATEGORI = 3;
const int PIN_SERVO = 9;
const int SUDUT_NETRAL = 90;
const int SUDUT_A = 35;
const int SUDUT_B = 145;
const unsigned long WAKTU_BUKA = 1000;
const unsigned long JEDA_SENSOR = 100;
Servo pintuSortir;
void setup() {
pinMode(PIN_SENSOR, INPUT);
pinMode(PIN_KATEGORI, INPUT_PULLUP);
pintuSortir.attach(PIN_SERVO);
pintuSortir.write(SUDUT_NETRAL);
Serial.begin(9600);
Serial.println("MINI SMART FACTORY siap.");
Serial.println("Pilih kategori A atau B.");
}
void loop() {
int sensor = digitalRead(PIN_SENSOR);
// Asumsi: LOW berarti objek terdeteksi.
if (sensor == LOW) {
delay(JEDA_SENSOR);
// Pastikan deteksi bukan gangguan sesaat.
if (digitalRead(PIN_SENSOR) == LOW) {
bool kategoriA =
(digitalRead(PIN_KATEGORI) == LOW);
if (kategoriA) {
Serial.println("Produk terdeteksi: kategori A");
pintuSortir.write(SUDUT_A);
} else {
Serial.println("Produk terdeteksi: kategori B");
pintuSortir.write(SUDUT_B);
}
delay(WAKTU_BUKA);
// Kembali ke posisi netral.
pintuSortir.write(SUDUT_NETRAL);
// Tunggu sampai objek meninggalkan sensor.
// Mencegah satu objek dihitung berulang kali.
while (digitalRead(PIN_SENSOR) == LOW) {
delay(20);
}
delay(200);
}
}
}
Cara kerja program
Arduino memulai sensor, sakelar kategori, dan servo.
Servo berada pada posisi netral.
Saat sensor mendeteksi barang, program membaca pilihan kategori.
Servo bergerak ke sudut kategori A atau B.
Setelah satu detik, servo kembali ke posisi netral.
Program menunggu sampai sensor tidak lagi mendeteksi barang, lalu siap menerima produk berikutnya.
Kalibrasi mekanik: sudut 35°, 90°, dan 145° hanyalah nilai awal. Sesuaikan dengan bentuk pintu pengarah. Pastikan servo tidak dipaksa sampai mentok karena dapat menimbulkan beban berlebih.
7. Tahapan pembuatan untuk siswa
Rancang alas dan jalur produk. Gambar pola pada kardus atau tripleks, potong dengan pengawasan guru, lalu pasang dinding pembatas.
Buat percabangan dua wadah. Pastikan produk dapat diarahkan ke A atau B tanpa tersangkut.
Pasang servo dan pintu pengarah. Uji gerakan servo tanpa beban sebelum memasang pintu.
Pasang sensor IR. Tempatkan sensor di titik pemeriksaan dan sesuaikan sensitivitasnya jika tersedia pengatur pada modul.
Rakit rangkaian. Hubungkan Arduino, sensor, servo, dan sakelar sesuai tabel pin. Periksa kabel sebelum menyalakan daya.
Unggah kode. Pilih board Arduino Uno dan port yang sesuai di Arduino IDE.
Uji sistem tanpa produk. Periksa posisi netral dan pastikan servo bergerak dengan lancar.
Uji produk A dan B. Pilih kategori, masukkan satu barang, dan periksa apakah pintu mengarah dengan benar.
Dokumentasikan hasil. Catat keberhasilan, kendala, perbaikan, serta foto atau video prototipe.
8. Tabel pengujian dan indikator keberhasilan
No. | Pengujian | Hasil yang diharapkan |
|---|---|---|
1 | Arduino dinyalakan | Servo berada di posisi netral |
2 | Tidak ada produk | Servo tidak bergerak |
3 | Produk A terdeteksi | Pintu bergerak ke arah wadah A |
4 | Produk B terdeteksi | Pintu bergerak ke arah wadah B |
5 | Produk meninggalkan sensor | Sistem siap menerima barang berikutnya |
6 | Pengujian berulang 10 kali | Sistem bekerja konsisten tanpa tersangkut |
Siswa dapat menghitung tingkat keberhasilan dengan rumus:
Contoh: jika 9 dari 10 percobaan berhasil, tingkat keberhasilannya adalah 90%.
9. Lembar dokumentasi praktikum siswa
PORTOFOLIO MINI SMART FACTORY
Tingkat keberhasilan pengujian
100%
10. Pengembangan setelah Level 1
Setelah pintu sortir berhasil bekerja, projek dapat dikembangkan bertahap menjadi pabrik mini yang lebih mendekati industri:
Level 2: menambahkan konveyor dengan motor DC dan driver.
Level 3: menambahkan penghitung jumlah produk dan indikator LED.
Level 4: menambahkan sensor warna agar pemilihan kategori bisa dilakukan secara otomatis berdasarkan warna.
Dengan rancangan ini, siswa sudah mempelajari tiga prinsip penting otomasi: sensor sebagai masukan, Arduino sebagai pengendali, dan servo sebagai aktuator. Produk akhirnya dapat dipamerkan sebagai portofolio robotika SMK Kebon Jeruk.
=======================================================================
MINI SMART FACTORY — LEVEL 2
SMK Kebon Jeruk · Otomasi Industri · Arduino + Konveyor Otomatis
Pada Level 2, projek dikembangkan dari sistem sortir manual menjadi lini produksi mini dengan konveyor bermotor DC. Produk bergerak di atas sabuk konveyor, sensor IR mendeteksi keberadaan produk, Arduino mengendalikan motor melalui driver, lalu servo mengarahkan produk ke wadah A atau B.
1. Konsep kerja Level 2
1. Produk diletakkan
Barang masuk ke jalur konveyor
2. Konveyor berjalan
Motor DC memutar sabuk melalui driver motor
3. Sensor mendeteksi produk
Arduino menerima sinyal dari sensor IR
4. Konveyor berhenti
Produk berada di posisi sortir
5. Servo mengarahkan produk
Kategori dipilih melalui sakelar A/B
6. Produk masuk wadah
Konveyor berjalan kembali untuk produk berikutnya
Untuk versi ini, kategori A/B masih dipilih melalui sakelar seperti Level 1. Sensor IR mendeteksi keberadaan produk, bukan jenis atau warna barang.
2. Komponen yang diperlukan
1. Arduino Uno — 1 buah
Mengendalikan sensor, motor DC, dan servo.
2. Driver motor L298N — 1 buah
Mengendalikan motor DC dengan sinyal dari Arduino. Pilih motor dan beban sesuai kemampuan driver.
3. Motor DC gearbox — 1 buah
Menggerakkan sabuk konveyor dengan kecepatan rendah. Tegangan motor harus sesuai labelnya.
4. Sensor IR — 1 buah
Mendeteksi produk di titik sortir.
5. Servo SG90 — 1 buah
Menggerakkan pintu pengarah produk A/B.
Komponen pendukung:
Arduino Uno dan kabel USB.
Catu daya motor DC sesuai spesifikasi motor dan driver.
Catu daya servo 5 V yang stabil, jika diperlukan.
Kabel jumper, sakelar kategori A/B, dan sakelar utama.
Dua rol konveyor, poros, rangka, dan sabuk dari karet atau bahan fleksibel.
Kardus tebal atau tripleks untuk rangka, serta dua wadah penampung.
3. Rancangan mekanik konveyor
Ukuran prototipe yang disarankan:
Bagian | Ukuran awal |
|---|---|
Panjang konveyor | 50 cm |
Lebar sabuk | 10–15 cm |
Tinggi rangka | 8–12 cm |
Diameter rol | 3–5 cm |
Wadah produk | 2 buah |
Titik sortir | Dekat ujung konveyor |
Ukuran dapat diubah sesuai bahan yang tersedia. Pastikan sabuk tidak terlalu kencang, kedua rol sejajar, dan produk tidak mudah jatuh dari sisi konveyor.
Mekanisme sortir: pasang servo pada ujung konveyor atau titik percabangan. Buat sekat ringan yang dapat mengarahkan produk ke wadah kiri atau kanan. Produk sebaiknya berupa benda ringan, misalnya balok busa atau kotak karton kecil.
4. Diagram rangkaian Arduino
Berikut pemetaan pin yang digunakan untuk contoh program Level 2.
Komponen | Pin komponen | Arduino Uno / driver |
|---|---|---|
Sensor IR | OUT | D2 |
Sensor IR | VCC, GND | 5V, GND |
Sakelar A/B | Terminal sakelar | D3 dan GND |
Servo | Sinyal | D9 |
L298N | ENA | D5 (PWM) |
L298N | IN1 | D6 |
L298N | IN2 | D7 |
Motor DC | OUT1, OUT2 | Keluaran motor L298N |
L298N | GND | GND bersama |
L298N | Tegangan motor | Catu sesuai spesifikasi motor |
SENSOR IR + SAKELAR A/B
Sensor → D2 · Sakelar → D3
ARDUINO UNO
Memproses deteksi dan mengatur urutan kerja
L298N
D5, D6, D7 → motor DC
Servo
D9 → pintu sortir
Catatan pemasangan driver L298N:
Untuk mengatur kecepatan dengan PWM, lepaskan jumper ENA jika modul Anda menggunakan jumper tersebut.
Sambungkan sumber tegangan motor ke terminal catu motor L298N sesuai label modul. Jangan menghubungkan motor langsung ke pin Arduino.
Satukan GND Arduino, GND L298N, dan GND catu servo agar sinyal memiliki referensi yang sama.
Jangan menganggap semua terminal
5Vpada modul L298N memiliki fungsi yang sama. Periksa konfigurasi regulator dan petunjuk modul sebelum memasok daya.Lakukan pengujian pertama tanpa sabuk dan tanpa produk. Matikan daya sebelum mengubah kabel.
5. Kode program Arduino lengkap
Program ini menggunakan sensor IR aktif-LOW, sakelar kategori A/B, motor DC yang dikendalikan L298N, dan servo pada D9.
Urutannya: konveyor berjalan → produk terdeteksi → konveyor berhenti → servo memilih jalur → konveyor berjalan untuk melewatkan produk → servo kembali netral → sistem siap menerima produk berikutnya.
#include <Servo.h>
// MINI SMART FACTORY - LEVEL 2
const byte PIN_SENSOR = 2;
const byte PIN_KATEGORI = 3;
const byte PIN_ENA = 5; // PWM kecepatan motor
const byte PIN_IN1 = 6;
const byte PIN_IN2 = 7;
const byte PIN_SERVO = 9;
// Sesuaikan dengan mekanik pintu sortir
const int POSISI_NETRAL = 90;
const int POSISI_A = 35;
const int POSISI_B = 145;
// Kecepatan awal 0-255
const int KECEPATAN = 160;
// Waktu proses dalam milidetik
const unsigned long JEDA_SERVO = 300;
const unsigned long WAKTU_LEWAT = 1200;
Servo servoSortir;
enum Status {
BERJALAN,
MENYIAPKAN_SORTIR,
MELEWATKAN_PRODUK,
MENUNGGU_SENSOR_KOSONG
};
Status status = BERJALAN;
unsigned long waktuStatus = 0;
void motorJalan() {
digitalWrite(PIN_IN1, HIGH);
digitalWrite(PIN_IN2, LOW);
analogWrite(PIN_ENA, KECEPATAN);
}
void motorBerhenti() {
analogWrite(PIN_ENA, 0);
digitalWrite(PIN_IN1, LOW);
digitalWrite(PIN_IN2, LOW);
}
void setup() {
pinMode(PIN_SENSOR, INPUT);
pinMode(PIN_KATEGORI, INPUT_PULLUP);
pinMode(PIN_ENA, OUTPUT);
pinMode(PIN_IN1, OUTPUT);
pinMode(PIN_IN2, OUTPUT);
servoSortir.attach(PIN_SERVO);
servoSortir.write(POSISI_NETRAL);
motorBerhenti();
Serial.begin(9600);
Serial.println("MINI SMART FACTORY LEVEL 2");
delay(500);
motorJalan();
}
void loop() {
unsigned long sekarang = millis();
switch (status) {
case BERJALAN:
motorJalan();
// Asumsi sensor LOW saat produk terdeteksi.
if (digitalRead(PIN_SENSOR) == LOW) {
motorBerhenti();
// Sakelar ke GND = kategori A.
bool kategoriA =
(digitalRead(PIN_KATEGORI) == LOW);
if (kategoriA) {
servoSortir.write(POSISI_A);
Serial.println("Produk A terdeteksi");
} else {
servoSortir.write(POSISI_B);
Serial.println("Produk B terdeteksi");
}
waktuStatus = sekarang;
status = MENYIAPKAN_SORTIR;
}
break;
case MENYIAPKAN_SORTIR:
// Beri waktu pintu servo berpindah posisi.
if (sekarang - waktuStatus >= JEDA_SERVO) {
motorJalan();
waktuStatus = sekarang;
status = MELEWATKAN_PRODUK;
}
break;
case MELEWATKAN_PRODUK:
// Pertahankan arah pintu selama produk lewat.
if (sekarang - waktuStatus >= WAKTU_LEWAT) {
servoSortir.write(POSISI_NETRAL);
// Konveyor terus berjalan sampai sensor kosong.
motorJalan();
status = MENUNGGU_SENSOR_KOSONG;
}
break;
case MENUNGGU_SENSOR_KOSONG:
// Cegah produk yang sama terdeteksi berulang.
motorJalan();
if (digitalRead(PIN_SENSOR) == HIGH) {
delay(100);
if (digitalRead(PIN_SENSOR) == HIGH) {
status = BERJALAN;
Serial.println("Siap untuk produk berikutnya");
}
}
break;
}
}
Parameter yang perlu dikalibrasi
KECEPATAN = 160: kecepatan awal motor; atur berdasarkan kecepatan sabuk dan beban.POSISI_AdanPOSISI_B: sudut pintu untuk masing-masing jalur.JEDA_SERVO = 300: waktu agar pintu berpindah sebelum konveyor berjalan lagi.WAKTU_LEWAT = 1200: waktu awal untuk membawa produk melewati titik sortir.
Nilai tersebut merupakan parameter uji awal, bukan angka universal. Waktu lewat bergantung pada kecepatan motor, posisi sensor terhadap pintu, dan ukuran produk. Uji menggunakan benda ringan dan sesuaikan waktunya.
6. Tahapan pembuatan untuk siswa
Membuat rangka konveyor. Pasang dua rol sejajar pada rangka, lalu pasang sabuk. Putar rol secara manual untuk memastikan sabuk tidak keluar jalur.
Memasang motor DC. Hubungkan motor ke salah satu rol menggunakan kopling sederhana atau karet penghubung. Pastikan motor terpasang kuat.
Menguji motor dan driver. Hubungkan L298N dan Arduino sesuai tabel. Uji putaran motor tanpa sabuk terlebih dahulu.
Memasang sensor IR. Letakkan sensor pada titik deteksi sebelum pintu sortir. Atur sensitivitas jika modul memiliki potensiometer.
Memasang servo dan sekat. Pastikan pintu bisa bergerak ke jalur A, jalur B, dan posisi netral tanpa menyentuh rangka.
Memasang sakelar kategori. Tandai posisi A dan B dengan jelas agar operator mengetahui pilihan jalurnya.
Mengunggah program. Pilih Arduino Uno, port yang benar, kemudian unggah kode.
Mengintegrasikan seluruh sistem. Uji sensor, konveyor, dan servo secara berurutan sebelum mencoba menyortir produk.
7. Pengujian dan indikator keberhasilan
No. | Pengujian | Kriteria keberhasilan |
|---|---|---|
1 | Konveyor tanpa produk | Sabuk bergerak stabil |
2 | Produk melewati sensor | Konveyor berhenti saat produk terdeteksi |
3 | Kategori A dipilih | Servo mengarahkan produk ke jalur A |
4 | Kategori B dipilih | Servo mengarahkan produk ke jalur B |
5 | Produk melewati pintu | Produk masuk ke wadah yang dipilih |
6 | Produk selesai disortir | Sistem siap menerima produk selanjutnya |
7 | Sepuluh kali percobaan | Target minimal 9 kali berhasil |
Untuk mengukur hasil pengujian:
Tabel pencatatan hasil uji
Percobaan | Kategori | Hasil sortir | Catatan |
|---|---|---|---|
1 | A | Berhasil / gagal | ... |
2 | B | Berhasil / gagal | ... |
3 | A | Berhasil / gagal | ... |
4 | B | Berhasil / gagal | ... |
5–10 | Bergantian | Berhasil / gagal | ... |
8. Troubleshooting
Konveyor tidak bergerak
Periksa sumber daya motor, kabel OUT1/OUT2, pin ENA, jumper ENA, dan koneksi GND.
Motor berputar, tetapi sabuk diam
Periksa kopling motor ke rol, ketegangan sabuk, dan apakah rol selip.
Sensor tidak mendeteksi produk
Periksa catu daya, pin OUT, sensitivitas, jarak objek, dan apakah output modul aktif-LOW atau aktif-HIGH.
Servo bergerak tidak stabil atau Arduino reset
Periksa kapasitas catu daya servo dan sambungan GND bersama. Jangan memaksa servo menggerakkan sekat yang terlalu berat.
Produk salah masuk wadah
Sesuaikan sudut servo, posisi sekat, jarak sensor ke pintu, dan waktu WAKTU_LEWAT.
9. Keselamatan kerja
Matikan daya sebelum mengganti kabel atau memperbaiki mekanik.
Jauhkan jari, rambut, dan pakaian dari rol serta sabuk yang bergerak.
Gunakan produk ringan dan hindari benda yang mudah pecah.
Pastikan semua bagian berputar terlindungi dan rangka stabil.
Jangan membebani motor atau driver melebihi spesifikasinya.
10. Target hasil akhir
MINI SMART FACTORY Level 2 diharapkan menjadi prototipe lini produksi mini yang mampu:
Mengangkut produk menggunakan konveyor bermotor DC.
Mendeteksi keberadaan produk melalui sensor IR.
Menghentikan dan menjalankan kembali konveyor secara otomatis.
Mengarahkan produk ke dua wadah menggunakan servo.
Menunjukkan integrasi sensor, pengendali, driver motor, dan aktuator.
Saran pengembangan: setelah Level 2 berhasil, Level 3 dapat menambahkan penghitung produk menggunakan sensor, display jumlah produksi, dan indikator LED. Dengan demikian, siswa mulai mengenal konsep production counter dan pemantauan proses pada otomasi industri.
0 Comments