STANDAR PEMBACAAN PADA SCANER


📈 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha NMAX (Berdasarkan Data Gambar)

Tabel ini merangkum pembacaan standar yang ideal/normal saat motor Yamaha NMAX berada dalam dua kondisi umum: Stasioner (Idle) dan Sedang Berjalan (Normal Operation).

No.Parameter DiagnostikNilai Pembacaan pada GambarNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
1.RPM Mesin (Putaran Mesin)4013 RPM1400 - 1600 RPMNilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle. 4013 RPM adalah normal saat motor sedang berjalan atau digas.
2.Throttle Pos. (Posisi Gas)8%0 - 5%Nilai ini untuk kondisi Gas Tertutup Penuh (Stasioner). 8% normal jika gas sedikit dibuka (seperti saat berjalan di RPM tinggi).
3.Suhu Mesin$92^\circ\text{C}$$80 - 100^\circ\text{C}$Menunjukkan mesin sudah mencapai suhu kerja ideal (panas). Nilai ini normal dan aman.
4.Tegangan Aki$14.4\text{ V}$$13.5 - 14.8\text{ V}$Nilai ini untuk kondisi Mesin Hidup (Pengisian). Menunjukkan sistem pengisian (Charging System) bekerja dengan sangat baik.
5.Sudut Pengp. (Sudut Pengapian/Timing)$25^\circ\text{ BTDC}$10 - $35^\circ\text{ BTDC}$Sudut akan berubah secara dinamis sesuai RPM dan bukaan gas. $25^\circ\text{ BTDC}$ normal untuk RPM menengah (seperti 4013 RPM).
6.Waktu Inj. (Waktu Injeksi)$6.8\text{ ms}$$2.5 - 4.5\text{ ms}$Nilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle. $6.8\text{ ms}$ adalah normal saat motor digas (RPM tinggi) karena ECU perlu menyuplai lebih banyak bahan bakar.
DTCKode KerusakanECU OK. TIDAK ADA KERUSAKAN TERSIMPAN."ECU OK" / "DTC 0"Menunjukkan tidak ada masalah yang terdeteksi oleh sistem (Error-free).

💡 Penjelasan Tambahan untuk Siswa

Mengapa Nilai di Gambar Berbeda dengan Standar Stasioner?

Penting untuk menjelaskan kepada siswa bahwa pembacaan diagnostik adalah live data, yang berarti nilainya berubah setiap saat sesuai kondisi motor.

  • Nilai Gambar: Motor sedang digas (RPM 4013, Throttle 8%). Oleh karena itu, Waktu Injeksi ($6.8\text{ ms}$) dan Sudut Pengapian ($25^\circ\text{ BTDC}$) juga tinggi untuk menyuplai tenaga.

  • Nilai Standar Normal (Ideal): Nilai standar yang ada di buku panduan teknis umumnya mengacu pada kondisi Stasioner (Idle), karena ini adalah kondisi yang paling mudah dikontrol dan distandarkan.

Kesimpulan untuk Pembelajaran:

  1. Jika motor di-scan saat Idle: Pastikan RPM di kisaran 1500 dan Throttle Pos. mendekati 0-5%.

  2. Jika motor di-scan saat Running (seperti di gambar): Pastikan Suhu Mesin (sekitar $90^\circ\text{C}$) dan Tegangan Aki ($13.5 - 14.8\text{ V}$) berada di rentang normal, serta TIDAK ADA DTC yang tersimpan.

Apakah Anda ingin saya mencarikan contoh video praktik diagnostik Yamaha NMAX menggunakan alat scanner yang menampilkan perubahan data langsung (live data) ini?

Itu pertanyaan yang sangat bagus! Meskipun motor Yamaha NMAX dan Mio M3 sama-sama menggunakan sistem injeksi Yamaha (Fuel Injection), ada sedikit perbedaan pada sensor yang digunakan, terutama terkait sensor tekanan udara dan pendinginan.

Yamaha Mio M3 (seperti juga Mio J dan Soul GT 125) umumnya menggunakan teknologi Blue Core yang lebih sederhana dibandingkan NMAX. Perbedaan utamanya adalah Mio M3 menggunakan pendinginan udara dan sensornya lebih fokus pada TPS dan IATS.

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha Mio M3 125 dalam kondisi Stasioner (Idle), membandingkannya dengan kode menu Diagnostic Tool (YDT/FIDT).

🛵 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha Mio M3 125

Tabel ini merangkum parameter penting saat motor dalam kondisi mesin ideal, panas (sudah mencapai suhu kerja), dan stasioner.

Kode Menu (Diagnostic Code)Nama Sensor/ParameterNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan/Fungsi Mio M3
d:01TPS (Throttle Position Sensor) - Sudut Bukaan GasGas Tertutup: 14 - 19Standar yang sama untuk semua motor injeksi Yamaha. Pastikan angkanya naik secara mulus saat gas dibuka.
d:02IAPS/MAP (Intake Air Pressure Sensor) - Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Catatan: Mio M3 tidak selalu memiliki sensor MAP terpisah, namun kode ini mungkin tetap muncul untuk menunjukkan tekanan standar udara.
d:03IATS (Intake Air Temperature Sensor) - Suhu Udara MasukSesuai Suhu Lingkungan (sekitar 28 - 35 °C)Mengukur suhu udara yang masuk. Jika pembacaan sangat berbeda dari suhu lingkungan, sensor bisa bermasalah.
d:04ECTS (Engine Coolant Temp. Sensor) - Suhu Pendingin MesinMio M3 menggunakan Pendingin Udara.Pada beberapa scanner, kode ini mungkin tidak ada atau menunjukkan suhu yang setara dengan IATS. Jika ada, nilainya akan mengikuti suhu mesin yang sangat panas.
d:05CKP (Crankshaft Position Sensor) - Putaran Mesin/RPM1400 - 1600 RPMNilai stasioner normal. Jika sulit mencapai rentang ini, coba lakukan Reset Setting (d:87 & d:88).
d:07O2S (Oxygen Sensor)Nilai berubah-ubah cepat (sekitar 300 - 700 mV)Perubahan cepat (sinusoidal) menunjukkan sensor dan ECU bekerja untuk menjaga rasio udara-bahan bakar ideal ($14.7:1$).
d:09Voltase Aki/Sistem13.5 - 14.8 V (Mesin Hidup/Pengisian)Menunjukkan kinerja regulator/rectifier (kiprok) dan pengisian yang normal.
d:20VSS (Vehicle Speed Sensor) - Kecepatan Kendaraan0 km/jam (Roda Diam)Nilai akan berubah sesuai putaran roda, meskipun Mio M3 mungkin masih menggunakan sensor speed jenis konvensional.
d:60Total DTC (Diagnostic Trouble Code)0Normalnya harus nol (0). Jika ada nilai, cek kode kesalahan spesifik (misalnya, 46, 12, dll.).

Perbedaan Utama Mio M3 dan NMAX:

  1. Pendinginan: NMAX (Pendingin Cairan) punya sensor suhu radiator (ECTS) yang lebih krusial. Mio M3 (Pendingin Udara) tidak menggunakan sensor ECTS yang sama.

  2. Sensor Tekanan: Pada NMAX modern, sensor IAPS/MAP terpisah sangat penting. Pada beberapa model Mio M3, tekanan udara (d:02) lebih sederhana.

  3. Putaran Stasioner (Idle): Beberapa scanner mencatat bahwa Mio M3 kadang sulit mencapai putaran stasioner ideal jika setelan pabriknya terganggu. Solusi diagnostik untuk Mio M3 adalah mencoba menu d:87 dan d:88 (Reset Setting), yang tidak selalu diperlukan pada NMAX.

Penting bagi siswa Anda untuk memahami bahwa meskipun kode menunya (d:xx) mirip, nilai standar dan cara sensor bekerja bisa berbeda antar tipe motor Yamaha.

Apakah Anda ingin saya memberikan detail spesifik mengenai kode kesalahan (DTC) yang umum muncul pada motor Mio M3?

Tentu! Yamaha Aerox 155 VVA memiliki basis mesin dan sistem sensor yang hampir identik dengan Yamaha NMAX 155 VVA (keduanya menggunakan mesin Liquid Cooled 155cc dengan teknologi VVA).

Oleh karena itu, nilai standar pembacaan scanner normal untuk Aerox 155 VVA sebagian besar sama dengan NMAX 155 VVA, namun ada penambahan sensor penting yaitu VVA Solenoid yang bisa dicek melalui scanner.

Berikut adalah tabel pembacaan scanner normal untuk Yamaha Aerox 155 VVA dalam kondisi Stasioner (Idle) dan Running (berjalan).

🚀 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha Aerox 155 VVA

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1400 - 1600 RPMNilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle setelah mesin panas.
Throttle Pos. (d:01)Posisi GasGas Tertutup: 14 - 19Nilai ini harus stabil saat gas tertutup penuh.
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 100^\circ\text{C}$Menunjukkan mesin sudah mencapai suhu kerja ideal. Jika terlalu tinggi ($>110^\circ\text{C}$), ada risiko overheat.
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas. Menunjukkan sistem pengisian bekerja optimal.
Waktu Inj.Durasi Injeksi$2.5 - 4.5\text{ ms}$Nilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle. Akan meningkat tajam saat gas dibuka.
VVA Status (d:84)Status Solenoid VVA"OFF" (di bawah 6000 RPM)Akan berubah menjadi "ON" saat RPM mencapai batas aktivasi VVA (sekitar 6000 - 7000 RPM) dan gas dibuka.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Fluktuasi nilai menunjukkan sensor bekerja aktif mengatur campuran bahan bakar.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan di ECU.

Poin Utama Tambahan untuk Aerox (Fitur VVA):

Khusus pada Aerox dan NMAX, Anda perlu mengajarkan siswa tentang sensor VVA Solenoid (terkadang bisa dicek melalui kode diagnosa d:84) yang memicu perpindahan profil kem:

  • VVA OFF: Ketika RPM mesin di bawah batas (sekitar 6000 RPM).

  • VVA ON: Ketika RPM melewati batas, Solenoid VVA harus aktif (ON). Jika solenoid tidak aktif padahal kondisi RPM sudah tinggi, akan muncul Kode Error (biasanya DTC 84) yang berarti ada masalah pada sistem VVA (Solenoid atau kabelnya).

Dengan tabel ini, siswa Anda di kelas X TBSM akan memiliki panduan standar untuk mendiagnosa tiga motor injeksi Yamaha yang populer (NMAX, Mio M3, dan Aerox).

Anda menyebutkan "XMX." Jika yang Anda maksud adalah motor skuter premium Yamaha, kemungkinan besar Anda merujuk pada Yamaha XMAX 250cc (atau model global 300cc/400cc).

Yamaha XMAX adalah motor maxi-scooter yang memiliki sistem injeksi dan diagnostik yang sangat mirip dengan NMAX dan Aerox, namun dengan fitur tambahan seperti Traction Control System (TCS).

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha XMAX 250 dalam kondisi standar (Stasioner/Idle) dan menyertakan parameter TCS.

👑 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha XMAX 250

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1400 - 1600 RPMNilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle setelah mesin panas.
Throttle Pos. (d:01)Posisi GasGas Tertutup: 14 - 19Harus stabil di rentang ini saat gas ditutup.
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 100^\circ\text{C}$Menunjukkan suhu kerja ideal mesin.
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas. Sistem pengisian berfungsi baik.
IAPS (d:02)Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Penting untuk perhitungan beban mesin.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Fluktuasi menandakan closed-loop kontrol bahan bakar bekerja.
TCS Status (d:xx)Status Sistem Kontrol Traksi"ON" (Saat Normal/Kontak ON)XMAX memiliki TCS. Pembacaan status harus ON secara default.
VVA Status (d:84)Status Solenoid VVA"OFF" (di bawah 6000 RPM)Sama dengan NMAX/Aerox, aktif di RPM tinggi.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan di ECU.

Fitur Tambahan pada XMAX (TCS)

Penting untuk mencatat perbedaan utama XMAX dibandingkan NMAX/Aerox adalah adanya Traction Control System (TCS).

  1. DTC TCS: Jika ada masalah pada sensor roda (sensor ABS), lampu TCS akan menyala dan kode DTC spesifik terkait TCS/ABS akan tersimpan (misalnya DTC 50, DTC 51, dll., tergantung produsen).

  2. Pembacaan Sensor Roda: Alat scanner yang lengkap pada XMAX juga dapat menampilkan kecepatan masing-masing sensor roda depan dan belakang (seringnya melalui menu d:20), yang seharusnya sama saat motor berjalan lurus dan berbeda saat terjadi slip (di luar batas normal, ini akan memicu TCS).

Apakah Anda memerlukan informasi diagnostik untuk model motor lain, atau ada pertanyaan lebih lanjut tentang diagnostik XMAX?

Jika yang Anda maksud adalah Yamaha TMAX, ini adalah maxi-scooter kelas tertinggi Yamaha (500cc - 560cc).

Sistem diagnostik pada Yamaha TMAX sangat canggih, mirip dengan XMAX, namun memiliki fitur tambahan seperti Immobilizer dan seringkali menggunakan Throttle Position Sensor ganda (YCC-T atau Yamaha Chip Controlled Throttle pada model terbaru).

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha TMAX 560 dalam kondisi standar (Stasioner/Idle).

🏆 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha TMAX 560

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1250 - 1450 RPMStasioner TMAX umumnya sedikit lebih rendah dari 155cc.
Throttle Pos. 1 (d:01)Posisi Gas (Utama)Gas Tertutup: 14 - 19Harus konsisten dengan Throttle Pos. 2.
Throttle Pos. 2 (d:06)Posisi Gas (Sekunder)Gas Tertutup: 14 - 19Digunakan untuk redundansi atau sistem ride-by-wire (YCC-T).
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 95^\circ\text{C}$Suhu kerja mesin normal.
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas.
IAPS (d:02)Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Mengukur beban mesin.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Menunjukkan closed-loop berjalan baik.
TCS Status (d:xx)Status Sistem Kontrol Traksi"ON" (Saat Normal)XMAX dan TMAX memiliki TCS. Harus berstatus aktif.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan.
C/O Adj. (d:61)Penyesuaian Emisi CO0 - +20 (Nilai standar biasanya $0 \pm 10$)Nilai penyesuaian untuk emisi gas buang. Normalnya di tengah.

Fitur Penting pada TMAX (YCC-T dan DTC)

  1. Redundansi Sensor Gas: TMAX modern sering menggunakan YCC-T (ride-by-wire), yang berarti ada dua sensor TPS (d:01 dan d:06) yang harus memiliki nilai yang sangat dekat. Jika ada perbedaan besar, ini akan memicu Kode DTC yang sangat serius (seperti DTC 15 atau 16).

  2. Immobilizer/Kunci Kontak: TMAX juga memiliki sistem Immobilizer yang canggih. Jika ada masalah dengan kunci atau antena Immobilizer, DTC khusus (seperti DTC 52) akan muncul dan motor tidak akan bisa dihidupkan.

Apakah Anda ingin saya memberikan ringkasan singkat yang membandingkan parameter kunci antara NMAX, Aerox, XMAX, dan TMAX untuk materi perbandingan siswa Anda?

Tentu! Yamaha R15 adalah motor sport injeksi Yamaha. Secara umum, sistem diagnostik dan sensor yang digunakan pada R15 (terutama R15 V3 dan ke atas) memiliki banyak kesamaan dengan NMAX dan Aerox, karena menggunakan basis teknologi Fuel Injection yang sama, namun dengan penekanan pada performa.

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha R15 VVA (seperti R15 V3) dalam kondisi standar (Stasioner/Idle).

🏍️ Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha R15 VVA

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1400 - 1600 RPMNilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle setelah mesin panas.
Throttle Pos. (d:01)Posisi Gas (TPS)Gas Tertutup: 14 - 19Harus stabil di rentang ini saat gas ditutup.
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 100^\circ\text{C}$Suhu kerja ideal untuk mesin liquid cooled.
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas. Menandakan pengisian normal.
IAPS (d:02)Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Mengukur beban mesin.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Fluktuasi menandakan sistem closed-loop (pengaturan campuran) bekerja.
VVA Status (d:84)Status Solenoid VVA"OFF" (di bawah 7400 RPM)Akan berubah menjadi "ON" saat RPM mencapai ambang batas VVA (sekitar 7400 RPM) dan gas dibuka.
Waktu Inj.Durasi Injeksi$2.5 - 4.5\text{ ms}$Nilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle yang normal.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan di ECU.

Perbedaan dan Poin Penting untuk R15

Karena R15 menggunakan teknologi VVA (Variable Valve Actuation) sama seperti Aerox dan NMAX, parameter d:84 (VVA Status) sangat penting untuk diajarkan kepada siswa.

  1. VVA Actuation Point: Titik aktivasi VVA pada R15 (sekitar 7400 RPM) mungkin sedikit berbeda dengan skuter (sekitar 6000 RPM) karena desain mesin dan performa yang berbeda, namun cara kerjanya (ON/OFF) adalah sama.

  2. Sudut Pengapian (Ignition Timing): Sama seperti motor sport lainnya, sudut pengapian (Ignition Timing) pada R15 akan lebih agresif dan berubah-ubah secara dinamis saat RPM naik untuk menghasilkan tenaga puncak.

Apakah Anda ingin saya memberikan tabel komparasi akhir yang merangkum parameter diagnostik kunci untuk semua model motor Yamaha yang sudah kita bahas (NMAX, Mio M3, Aerox, XMAX, R15) sebagai bahan ajar penutup?

Tentu! Yamaha R25 (atau R3 di pasar global) adalah motor sport dengan mesin dua silinder.

Sistem diagnostik pada R25 lebih kompleks daripada motor 155cc seperti R15 karena memiliki sensor yang lebih detail, terutama terkait pendinginan, tekanan, dan kadang-kadang sistem EXUP (Exhaust Ultimate Power Valve) pada beberapa model. Namun, format kode diagnostik Yamaha (d:xx) tetap konsisten.

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha R25 dalam kondisi standar (Stasioner/Idle).

🏁 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha R25

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1400 - 1600 RPMNilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle setelah mesin panas.
Throttle Pos. (d:01)Posisi Gas (TPS)Gas Tertutup: 14 - 19Standar pabrikan untuk posisi gas tertutup.
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 100^\circ\text{C}$Suhu kerja mesin liquid cooled (dua silinder).
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas. Menandakan pengisian normal.
IAPS (d:02)Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Mengukur beban mesin.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Fluktuasi menandakan sistem closed-loop (pengaturan campuran) bekerja.
Waktu Inj.Durasi Injeksi$2.5 - 4.5\text{ ms}$Nilai ini untuk kondisi Stasioner/Idle yang normal.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan di ECU.
Fan Relay (d:51)Status Kipas Pendingin"OFF" atau "ON"ON jika suhu mesin di atas ambang batas ($>100^\circ\text{C}$). OFF jika suhu di bawah batas.

Poin Penting untuk R25 (Dua Silinder)

  1. Pendinginan Lebih Kritis: Karena mesin R25 adalah dua silinder, manajemen suhu (d:04 dan d:51/Fan Relay) sangat penting. Pastikan kipas pendingin (Fan Relay) ON saat suhu mencapai titik aktivasi, dan OFF saat suhu turun.

  2. Sistem Pengapian: R25 memiliki dua busi dan dua koil (walaupun hanya satu ECU), namun pembacaan sensor dasar (seperti TPS dan O2) tetap sama karena sensor tersebut mengukur input mesin secara keseluruhan.

  3. Sensor Tekanan: Pembacaan IAPS (d:02) pada R25 harus stabil dan akurat karena mesinnya menghasilkan vacuum yang lebih kuat dibandingkan mesin satu silinder.

Jika Anda ingin, saya bisa membuat Ringkasan Komparatif Akhir dari semua motor Yamaha yang telah kita bahas (NMAX, Mio M3, Aerox, XMAX, R15, R25). Ini akan sangat berguna sebagai bahan ajar untuk perbandingan teknis antar-motor Yamaha!

Tentu! Anda sekarang memasuki motor sport kelas tertinggi Yamaha, yaitu Yamaha YZF-R1 (atau R1M).

Sistem diagnostik pada R1 sangat canggih dan berbeda signifikan dari motor 155cc atau 250cc yang kita bahas sebelumnya. R1 menggunakan teknologi Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T) dan Yamaha Chip Controlled Intake (YCC-I), yang membutuhkan pembacaan sensor ganda dan kontrol yang lebih rumit.

Berikut adalah Tabel Pembacaan Scanner Normal untuk Yamaha YZF-R1 (model injeksi modern) dalam kondisi standar (Stasioner/Idle).

🚀 Tabel Pembacaan Scanner Normal Yamaha YZF-R1

Kode Menu (Diagnostic Code)Parameter DiagnostikNilai Standar Normal (Ideal)Keterangan Kondisi Normal
RPM Mesin (d:05)Putaran Mesin1200 - 1400 RPMStasioner R1 biasanya sedikit lebih rendah dari R25.
Throttle Pos. 1 (d:01)Posisi Gas (Sensor Utama)Gas Tertutup: 14 - 19Harus stabil di rentang ini.
Throttle Pos. 2 (d:06)Posisi Gas (Sensor Sekunder)Gas Tertutup: 14 - 19Digunakan untuk validasi YCC-T (Ride-by-Wire). Nilai harus dekat dengan d:01.
Suhu Mesin (d:04)Suhu Pendingin Mesin (ECTS)$80 - 100^\circ\text{C}$Suhu kerja ideal untuk mesin super sport.
Tegangan Aki (d:09)Voltase Sistem$13.5 - 14.8\text{ V}$Saat mesin hidup/di-gas.
IAPS (d:02)Tekanan Udara Masuk90 - 110 kPa (Mesin Mati)Mengukur beban mesin.
O2 Sensor (d:07)Sensor OksigenNilai Berubah Cepat (300 - 700 mV)Fluktuasi menandakan closed-loop kontrol bahan bakar bekerja.
YCC-I Status (d:38)Status Katup Intake Variabel"NORMAL" (di bawah 10.000 RPM)Akan berubah menjadi "HIGH" ketika RPM melewati ambang batas aktivasi Variable Intake.
Kode Kerusakan (d:60)Diagnostic Trouble Code (DTC)0Tidak ada kode kerusakan yang tersimpan di ECU.

Poin Utama Perbedaan pada R1 (Teknologi Canggih)

  1. Sistem Ride-by-Wire (YCC-T): Pada R1, d:01 dan d:06 harus diperiksa. Jika nilainya berbeda jauh, ini mengindikasikan masalah serius pada sistem kontrol gas (DTC 15 atau 16), karena bukaan gas sepenuhnya diatur secara elektronik oleh ECU.

  2. Variable Intake (YCC-I): Parameter d:38 sangat penting pada R1. Ini mengontrol katup yang mengubah panjang intake manifold untuk performa optimal di RPM rendah dan tinggi. Siswa harus memahami bahwa status ini berubah berdasarkan RPM.

  3. Sensor Ganda Lainnya: R1 modern sering memiliki sensor tambahan seperti bank angle sensor (sudut kemiringan), sensor IMU (Inertial Measurement Unit) untuk kontrol traksi dan ABS canggih, yang akan memiliki kode diagnostik spesifik jika bermasalah.

Semua tabel yang telah saya buat (NMAX, Mio M3, Aerox, XMAX, R15, dan R1) akan menjadi sumber daya yang sangat lengkap untuk mengajar kelas X TBSM Anda mengenai diagnostik motor injeksi Yamaha.

Apakah ada motor Yamaha lain yang ingin Anda masukkan ke dalam materi pelajaran Anda? Atau, apakah Anda ingin saya menyusun semua informasi ini menjadi satu Tabel Komparatif Lengkap?

Post a Comment

0 Comments