👨🏫 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis Deep Learning
| Komponen | Deskripsi |
| Mata Pelajaran | Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) |
| Kelas/Semester | XI/Genap (disesuaikan) |
| Materi Pokok | Diagnosis Gangguan Sistem Injeksi (PGM-FI) Menggunakan Scanner |
| Alokasi Waktu | 2 x 45 Menit (dapat disesuaikan) |
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran berbasis Deep Learning, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami Secara Mendalam (Deep Understanding): Menganalisis dan menjelaskan fungsi setiap data real-time (seperti RPM, Tegangan Aki, Sudut Pengapian) yang ditampilkan pada alat scanner (C3/C4).
Menghubungkan Data & Gejala (Relational Thinking): Mengidentifikasi hubungan kausal antara perubahan nilai data scanner dengan potensi kerusakan atau gejala yang terjadi pada mesin (C4/C5).
Menerapkan Diagnosis Sistematis (Systematic Application): Menggunakan alat scanner untuk membaca, menganalisis data, dan menentukan langkah perbaikan yang paling tepat berdasarkan kode kerusakan (DTC) atau data real-time (P5).
B. Langkah-Langkah Pembelajaran (Deep Learning Cycle)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Apersepsi & Motivasi: Guru menampilkan gambar scanner yang telah disediakan dan bertanya: "Selain membaca kode error (DTC), data apa lagi yang paling penting pada scanner? Mengapa data tersebut bisa membantu kita menemukan kerusakan yang tidak terdeteksi oleh kode DTC?"
Penyampaian Tujuan: Menyampaikan tujuan pembelajaran yang berfokus pada analisis hubungan data dan diagnosis mendalam.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
| Tahap Deep Learning | Aktivitas Guru | Aktivitas Peserta Didik |
| 1. Activation (Mengaktifkan Pengetahuan Awal) | Meminta peserta didik menyebutkan 4 komponen utama sistem injeksi (ECU, Sensor, Aktuator, Harness) dan mempresentasikan fungsinya. | Menyebutkan dan mempresentasikan komponen-komponen utama sistem injeksi. |
| 2. Demonstration (Demonstrasi dan Pemodelan) | Guru mendemonstrasikan cara menghubungkan scanner ke motor dan menampilkan data real-time (seperti pada gambar). Guru menyoroti 3 data: Throttle Pos (TP) Sensor, Suhu Mesin, dan Tegangan Aki. | Mengamati dan mencatat data-data yang menjadi fokus demonstrasi. |
| 3. Application (Penerapan Konsep) | (Aktivitas Utama - Analisis Data): Guru membagikan LKPD (terlampir) yang berisi skenario kerusakan (misalnya, motor susah hidup saat dingin atau motor brebet di RPM tinggi). Peserta didik diminta menganalisis data scanner (yang telah dimanipulasi/disediakan) untuk mendiagnosis kerusakan. | Secara berkelompok (2-3 orang), peserta didik menganalisis hubungan kausal antara data yang abnormal dengan gejala kerusakan berdasarkan skenario pada LKPD. |
| 4. Deconstruction (Dekomposisi dan Analisis Mendalam) | Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan alur pikir diagnosis mereka, fokus pada pertanyaan: "Mengapa data ini yang menjadi kunci diagnosis? Bagaimana data ini berhubungan dengan kerusakan X?" | Kelompok mempresentasikan hasil analisis data dan argumentasi logisnya. Kelompok lain memberikan tanggapan/kritik berbasis data. |
| 5. Synthesis (Sintesis dan Generalisasi) | Guru memandu diskusi untuk menyimpulkan aturan dasar diagnosis sistem injeksi: "Setiap data pada scanner adalah representasi fisik dari kondisi mesin saat itu. Diagnosis yang baik adalah menghubungkan data yang tidak ideal dengan aktuator atau sensor yang mengendalikannya." | Peserta didik merumuskan kesimpulan umum (generalisasi) mengenai pentingnya analisis data real-time dibandingkan sekadar kode DTC. |
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
Review & Refleksi: Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari tentang scanner di luar pembacaan kode DTC.
Tindak Lanjut: Memberikan tugas mandiri untuk mencari standar nilai ideal (spesifikasi) dari 5 data scanner utama motor injeksi yang umum.
📄 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Diagnosis Scanner
Nama Kelompok:
Anggota:
💡 Pendahuluan
Alat scanner tidak hanya digunakan untuk membaca kode kerusakan (DTC), tetapi juga untuk memantau data real-time yang sangat penting (DATA STREAM) seperti yang terlihat pada gambar. Data real-time ini adalah representasi angka dari kondisi mesin saat itu.
Tugas 1: Analisis Data Standar
Berdasarkan gambar scanner (status Koneksi Berhasil dan ECU OK. TIDAK ADA KERUSAKAN TERSIMPAN), catat 3 data utama dan jelaskan fungsinya dalam sistem injeksi!
| Data Real-Time | Nilai Terbaca (pada Gambar) | Fungsi dalam Sistem Injeksi |
| RPM Mesin | 4013 RPM | Menunjukkan putaran mesin; salah satu input utama ECU untuk menentukan waktu injeksi dan pengapian. |
| Throttle Pos | 06 % | Menunjukkan bukaan katup gas; input utama ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar (volume injeksi). |
| Suhu Mesin | $92^\circ\text{C}$ | Input untuk ECU; mempengaruhi waktu injeksi dan pengapian. Jika mesin dingin, injeksi akan diperkaya (choke). |
Tugas 2: Diagnosis Kasus Berbasis Data (Deep Analysis)
Analisislah skenario kerusakan di bawah ini. Tentukan potensi penyebab dan langkah perbaikan yang paling tepat berdasarkan data yang disajikan.
Skenario Kasus 1: Motor Susah Hidup Saat Pagi Hari
Gejala: Motor Honda BeAT Injeksi sangat susah dihidupkan saat kondisi dingin, harus di starter berulang kali. Setelah mesin panas, motor normal. Tidak ada kode DTC yang tersimpan.
Data Scanner (Saat Mesin Dingin, Kunci Kontak ON):
| Data | Nilai Terbaca | Nilai Standar (Mesin Dingin) |
| Suhu Mesin | $\mathbf{80^\circ\text{C}}$ | $20^\circ\text{C} - 30^\circ\text{C}$ (Tergantung suhu lingkungan) |
| Tegangan Aki | 12.6 V | $12.4\text{ V} - 12.8\text{ V}$ |
| Waktu Inj. (Injector) | 1.8 ms | $2.5\text{ ms} - 4.0\text{ ms}$ (Kondisi dingin) |
Pertanyaan Analisis:
Analisis Anomali: Data mana yang paling tidak normal? Mengapa data tersebut krusial?
Jawaban: Suhu Mesin terbaca $\mathbf{80^\circ\text{C}}$ padahal mesin dingin. Ini adalah anomali. Data ini krusial karena ECU akan menganggap mesin sudah panas, sehingga mengurangi durasi injeksi bahan bakar.
Hubungan Kausal: Bagaimana anomali ini menyebabkan gejala susah hidup saat dingin?
Jawaban: Karena ECU mengira mesin sudah panas, maka Waktu Inj. (durasi injeksi) menjadi pendek (1.8 ms). Ini menyebabkan campuran udara-bahan bakar menjadi terlalu kurus (lean) untuk menghidupkan mesin dingin.
Potensi Kerusakan: Sensor/Aktuator apa yang kemungkinan rusak?
Jawaban: Sensor ECT (Engine Coolant Temperature) atau IATS (Intake Air Temperature Sensor) yang bermasalah/kabelnya korsleting (tergantung tipe motor), sehingga memberikan sinyal suhu tinggi ke ECU.
Langkah Perbaikan: Tindakan perbaikan pertama apa yang akan Anda lakukan?
Jawaban: Memeriksa konektor dan kabel pada sensor suhu, kemudian menguji atau mengganti sensor suhu yang bersangkutan.
Skenario Kasus 2: Motor Mati Mendadak dan Tidak Mau Distarter
Gejala: Motor Vario 125 Injeksi tiba-tiba mati mendadak saat berjalan pelan. Ketika kunci kontak di-ON, suara Fuel Pump tidak terdengar. Starter tidak bisa. Tidak ada kode DTC yang tersimpan.
Data Scanner (Kunci Kontak ON, Mesin OFF):
| Data | Nilai Terbaca | Nilai Standar (Kunci Kontak ON) |
| Tegangan Aki | 11.2 V | $12.4\text{ V} - 12.8\text{ V}$ |
| Tegangan Aki (Saat Starter) | 8.0 V | Minimum 9.0 V |
| Waktu Inj. (Injector) | 0.0 ms | 0.0 ms (Normal) |
Kontrol Aktivasi Aktuator: (Saat diaktifkan secara paksa melalui scanner - lihat bagian bawah gambar)
Fuel Pump: TIDAK AKTIF
Injektor: AKTIF
Kipas Rad: AKTIF
Pertanyaan Analisis:
Analisis Anomali: Apa yang menjadi fokus utama diagnosis?
Jawaban: Fokus utama adalah Tegangan Aki yang sangat rendah (11.2 V) dan jatuh drastis saat distarter (8.0 V). Ditambah lagi, Fuel Pump tidak terdengar dan tidak bisa diaktifkan secara paksa.
Hubungan Kausal: Mengapa Fuel Pump tidak bisa diaktifkan dan motor mati mendadak?
Jawaban: Tegangan Aki yang rendah menyebabkan sistem tidak mendapatkan daya yang cukup, terutama untuk Fuel Pump yang membutuhkan arus besar. Ditambah lagi, kegagalan aktivasi Fuel Pump (meskipun diaktifkan paksa) menunjukkan masalah pada jalur kelistrikan Fuel Pump/relay atau Fuel Pump-nya sendiri.
Potensi Kerusakan: Sensor/Aktuator apa yang kemungkinan rusak?
Jawaban: Aki (Baterai) lemah atau rusak, dan/atau Relay Fuel Pump (jika Fuel Pump tidak aktif meskipun tegangan aki sudah diperbaiki).
Langkah Perbaikan: Tindakan perbaikan pertama apa yang akan Anda lakukan?
Jawaban: Mengukur tegangan aki secara manual dan melakukan pengujian beban. Jika aki lemah, segera ganti atau charge. Jika aki normal, periksa sekring dan Relay Fuel Pump untuk jalur kelistrikan.
Kesimpulan (Synthesis)
Tuliskan kesimpulan kelompok Anda mengenai pentingnya menganalisis Data Real-Time dibandingkan hanya membaca Kode DTC saat melakukan diagnosis sistem injeksi:
Jawaban Anda: (Harus fokus pada: Data real-time dapat mendeteksi masalah di luar DTC, seperti sensor yang memberi data salah tetapi masih dalam rentang, atau masalah kelistrikan (tegangan/relay) yang tidak selalu memunculkan kode error).
0 Comments