Mantap sekali Pak, persiapan siswa sebelum PKL di bengkel motor Yamaha memang sangat penting supaya anak-anak siap mental, fisik, pengetahuan, dan keterampilan. Berikut saya susun poin-poin persiapan PKL TBSM yang bisa Bapak berikan sebagai materi pembekalan:
🔧 1. Pengetahuan Dasar yang Harus Dikuasai
-
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3):
-
Penggunaan APD (sarung tangan, masker, kacamata safety).
-
Prosedur kerja aman di bengkel.
-
-
Dasar Teknik Sepeda Motor:
-
Prinsip kerja motor 2 tak dan 4 tak.
-
Sistem kelistrikan dasar (pengapian, pengisian, starter).
-
Sistem bahan bakar (karburator & injeksi).
-
Sistem pendinginan, pelumasan, dan pengereman.
-
-
Pengetahuan Produk Yamaha:
-
Model motor terbaru Yamaha.
-
Teknologi injeksi Yamaha (YMJET-FI, Blue Core, VVA, dll.).
-
Oli dan sparepart genuine Yamaha.
-
🛠️ 2. Keterampilan Praktik yang Harus Dikuasai
-
Perawatan Berkala (Periodic Maintenance Service):
-
Ganti oli mesin, oli gardan.
-
Cek & stel rantai.
-
Cek & isi air radiator.
-
Cek aki dan pengisian listrik.
-
-
Pemeriksaan Komponen:
-
Sistem pengereman (cakram, tromol).
-
Sistem kelistrikan lampu & horn.
-
Ban & tekanan angin.
-
-
Penggunaan Peralatan Bengkel:
-
Kunci-kunci standar bengkel.
-
Torque wrench, kompresor, multitester.
-
Scanner khusus motor injeksi Yamaha (jika tersedia).
-
👨💼 3. Sikap dan Etika Kerja
-
Disiplin Waktu: Datang tepat waktu, tidak pulang sebelum waktunya.
-
Penampilan: Seragam bersih, rambut rapi, tidak merokok di area kerja.
-
Komunikasi: Sopan terhadap mekanik senior, instruktur, maupun pelanggan.
-
Kerja Sama Tim: Mampu bekerja sama, tidak egois, siap membantu.
-
Mindset Belajar: Jangan malu bertanya, catat pengalaman, terbuka terhadap kritik.
📑 4. Administrasi yang Harus Dipersiapkan
-
Surat pengantar PKL dari sekolah.
-
Jadwal dan daftar hadir PKL.
-
Buku catatan harian kegiatan.
-
Alat tulis dan dokumentasi (foto/video untuk laporan).
🧰 5. Perlengkapan Pribadi
-
Seragam praktik/baju kerja.
-
Sepatu safety.
-
Masker & sarung tangan.
-
Helm standar (jika diminta untuk test ride).
-
Kotak P3K kecil (jika perlu).
🎯 6. Materi Tambahan dari Yamaha
Karena ini dengan industri Yamaha, biasanya ada:
-
Standar layanan 3S (Sales, Service, Sparepart).
-
Prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).
-
Teknologi terbaru Yamaha (contoh: motor hybrid, motor listrik E01, Aerox, NMax, dll.).
👉 Jadi, sebelum PKL dimulai, siswa perlu dibekali teori singkat + praktik dasar di sekolah, lalu diberikan simulasi etika kerja bengkel agar tidak canggung saat masuk ke dunia industri.
Apakah Bapak mau saya buatkan materi PowerPoint / modul pembekalan PKL TBSM biar bisa langsung dipakai untuk mengajar siswa?
Siap Pak 🙌, saya buatkan penjelasan teknologi injeksi Yamaha dengan bahasa sederhana supaya mudah dipahami siswa SMK TBSM.
🔌 Teknologi Injeksi Yamaha
1. YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection)
👉 Teknologi injeksi bahan bakar dari Yamaha.
-
Bensin tidak lagi disuplai oleh karburator, tapi disemprot oleh injektor.
-
Ada saluran udara tambahan (jet air) yang membantu mencampur udara + bensin lebih merata.
-
Hasilnya:
-
Motor lebih irit bahan bakar.
-
Mesin lebih mudah hidup di pagi hari.
-
Gas buang lebih ramah lingkungan.
-
Ibaratnya: seperti menyemprotkan parfum dengan sprayer → lebih halus dan merata dibanding menuang langsung.
2. Blue Core
👉 Teknologi mesin Yamaha untuk hemat bensin, bertenaga, dan ramah lingkungan.
Tiga prinsip utamanya:
-
Maksimal efisiensi pembakaran → bensin terbakar lebih sempurna.
-
Mengurangi energi yang terbuang → gesekan mesin dikurangi.
-
Pendinginan mesin lebih baik → suhu mesin stabil.
Hasilnya:
-
Motor lebih irit.
-
Mesin tetap halus tapi tenaga besar.
-
Lebih awet umur mesin.
Ibaratnya: seperti kipas angin hemat listrik, anginnya tetap kencang tapi tidak boros daya.
3. VVA (Variable Valve Actuation)
👉 Teknologi untuk katup masuk (intake valve).
-
Di rpm rendah → pakai camshaft kecil → irit bensin & halus.
-
Di rpm tinggi → otomatis pindah ke camshaft besar → tenaga lebih besar.
Hasilnya:
-
Tarikan motor halus di putaran bawah.
-
Tetap kencang di putaran atas.
-
Lebih nyaman dipakai harian maupun ngebut.
Ibaratnya: seperti sepeda gowes yang punya 2 gear → gear ringan untuk tanjakan (irit tenaga), gear berat untuk jalan datar (ngebut).
🏍️ Kesimpulan
-
YMJET-FI → bensin disemprot lebih halus & irit.
-
Blue Core → mesin irit, bertenaga, ramah lingkungan.
-
VVA → tenaga merata, enak dipakai pelan maupun kencang.
Pak, apakah perlu saya buatkan gambar ilustrasi sederhana (diagram alir atau perbandingan sebelum-sesudah) biar siswa lebih mudah membayangkan?
Baik Pak 🙌, saya kasih contoh motor Yamaha yang sudah memakai teknologi tersebut supaya siswa lebih mudah mengingat:
🚀 Contoh Motor Yamaha dengan Teknologi Injeksi
1. YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet – Fuel Injection)
-
Contoh motor:
-
Yamaha Mio J
-
Yamaha Soul GT (generasi awal injeksi)
-
Yamaha Jupiter Z1
👉 Ini adalah generasi awal injeksi Yamaha di Indonesia sekitar tahun 2012-an.
-
2. Blue Core
-
Contoh motor:
-
Yamaha Mio M3 125
-
Yamaha Aerox 155 VVA
-
Yamaha NMAX 155
-
Yamaha Lexi 125
👉 Semua motor injeksi Yamaha terbaru sudah pakai Blue Core.
-
3. VVA (Variable Valve Actuation)
-
Contoh motor:
-
Yamaha NMAX 155
-
Yamaha Aerox 155 VVA
-
Yamaha R15
-
Yamaha Vixion R
-
Yamaha XMAX 250
👉 Biasanya dipasang pada motor 150 cc ke atas untuk menjaga tenaga stabil dari rpm rendah sampai tinggi.
-
📝 Ringkasan Mudah untuk Siswa
-
YMJET-FI → Mio J, Jupiter Z1 (awal injeksi).
-
Blue Core → Mio M3, Aerox, Lexi, NMAX (irit & ramah lingkungan).
-
VVA → NMAX, Aerox, R15, Vixion R (tarikan bawah enak, atas kencang).
Pak, mau saya buatkan tabel perbandingan motor + teknologi Yamaha biar lebih ringkas untuk bahan ajar di kelas?
Baik pak 👍, berikut saya rangkum beberapa trouble yang sering terjadi pada Yamaha Mio J (injeksi YMJET-FI) beserta penyebab dan solusinya:
🔧 1. Mesin Susah Hidup / Sulit Starter
Penyebab:
-
Tegangan aki lemah.
-
Busi kotor atau aus.
-
Injektor tersumbat kotoran.
-
Sensor CKP (Crankshaft Position) atau CMP (Camshaft Position) bermasalah.
Solusi:
-
Periksa tegangan aki (minimal 12,4V), lakukan charging atau ganti bila soak.
-
Bersihkan / ganti busi.
-
Bersihkan injektor menggunakan injector cleaner.
-
Cek kabel & soket sensor CKP, CMP, ganti bila rusak.
🔧 2. Tarikan Loyo / Tenaga Lemah
Penyebab:
-
Filter udara kotor.
-
Roller CVT aus atau berat tidak sesuai.
-
Belt CVT aus / retak.
-
Injektor kotor.
Solusi:
-
Bersihkan atau ganti filter udara.
-
Ganti roller sesuai standar (6,5 g – 7 g).
-
Ganti belt CVT sesuai jadwal (setiap ±24.000 km).
-
Bersihkan injektor.
🔧 3. Boros Bahan Bakar
Penyebab:
-
Sensor O2 (Oxygen sensor) rusak → campuran terlalu kaya.
-
Injektor menetes.
-
Filter udara mampet.
-
Tekanan bahan bakar dari fuel pump terlalu tinggi.
Solusi:
-
Periksa O2 sensor, ganti bila mati.
-
Tes injektor (semprotannya harus kabut halus, tidak netes).
-
Bersihkan / ganti filter udara.
-
Ukur tekanan fuel pump (standar ± 294 kPa).
🔧 4. Mesin Brebet / Tersendat
Penyebab:
-
Busi kotor / gap tidak sesuai.
-
Injektor tersumbat.
-
Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) error.
-
Selang vakum bocor.
Solusi:
-
Bersihkan busi, atur gap (0,7 – 0,8 mm).
-
Service injektor.
-
Cek sensor MAP dengan scanner Yamaha FI Diagnostic Tool.
-
Periksa selang vakum, ganti bila getas.
🔧 5. Mesin Panas / Overheating
Penyebab:
-
Oli jarang diganti (oli encer, tidak melumasi dengan baik).
-
Sirip pendingin silinder penuh kotoran.
-
Idle terlalu tinggi.
Solusi:
-
Ganti oli setiap 2.000–2.500 km.
-
Bersihkan sirip pendingin.
-
Atur idle speed (±1.700 rpm).
🔧 6. Lampu MIL (Malfunction Indicator Light) Menyala
Penyebab:
-
Ada error di sistem injeksi (sensor, injektor, fuel pump, ECU).
Solusi:
-
Baca kode MIL (kedipan lampu check engine).
-
Sesuaikan kode error dengan manual service Yamaha Mio J.
-
Perbaiki sesuai komponen yang bermasalah.
👉 Secara umum, perawatan rutin (ganti oli, bersihkan filter, servis CVT, cek aki & busi, service injektor) bisa mencegah sebagian besar masalah Mio J.
Mau saya buatkan juga tabel kode kedipan MIL (Engine Check) pada Mio J biar siswa bisa lebih cepat mendiagnosa?
Baik pak 👍, saya lanjutkan khusus untuk Yamaha Soul GT (YMJET-FI) yang sistem dasarnya mirip dengan Mio J karena sama-sama injeksi FI. Berikut rangkuman trouble umum Soul GT dan solusinya:
🔧 1. Mesin Susah Hidup / Starter Berat
Penyebab:
-
Aki lemah / drop.
-
Busi aus / kotor.
-
Injektor tersumbat.
-
Sensor CKP (Crankshaft Position) tidak terbaca.
Solusi:
-
Cek aki (minimal 12,4V), charge atau ganti.
-
Bersihkan atau ganti busi standar NGK CPR8EA-9.
-
Bersihkan injektor dengan ultrasonic cleaner.
-
Periksa kabel sensor CKP, ganti bila rusak.
🔧 2. Mesin Brebet / Tidak Stabil
Penyebab:
-
Filter udara kotor.
-
Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) error.
-
Selang vakum bocor.
-
Injektor kotor.
Solusi:
-
Bersihkan / ganti filter udara.
-
Cek sensor MAP dengan Yamaha Diagnostic Tool.
-
Ganti selang vakum bila getas / sobek.
-
Service injektor.
🔧 3. Tarikan Lemah / Loyo
Penyebab:
-
Roller CVT aus.
-
Belt CVT retak / aus.
-
Kampas kopling ganda aus.
-
Busi tidak bagus.
Solusi:
-
Ganti roller sesuai standar (6–7 gram).
-
Ganti belt CVT tiap ±24.000 km.
-
Periksa kampas kopling, ganti bila tipis.
-
Ganti busi.
🔧 4. Boros Bensin
Penyebab:
-
Sensor O2 bermasalah → ECU membaca campuran salah.
-
Injektor netes / bocor.
-
Filter udara mampet.
-
Tekanan fuel pump tidak sesuai.
Solusi:
-
Cek O2 sensor, ganti bila mati.
-
Test injektor dengan injector tester.
-
Bersihkan filter udara.
-
Ukur tekanan fuel pump (±294 kPa).
🔧 5. Mesin Panas / Overheating
Penyebab:
-
Oli jarang diganti.
-
Pendinginan mesin terganggu (sirip kotor).
-
Mesin sering dipaksa pada rpm tinggi.
Solusi:
-
Ganti oli setiap 2.000–2.500 km.
-
Bersihkan sirip pendingin.
-
Atur idle ±1.700 rpm.
🔧 6. Lampu MIL (Check Engine) Menyala
Penyebab:
-
Sensor injeksi bermasalah (MAP, TPS, O2, CKP).
-
Injektor / fuel pump error.
Solusi:
-
Baca kode kedipan MIL.
-
Cocokkan dengan daftar kode error Yamaha Soul GT.
-
Perbaiki / ganti komponen sesuai kerusakan.
👉 Karena Soul GT & Mio J menggunakan sistem YMJET-FI, kode error MIL-nya sama.
Apakah mau saya buatin daftar lengkap kode MIL Yamaha Soul GT & Mio J (misalnya 12 = CKP sensor, 13 = MAP sensor, dll) biar bisa jadi bahan ajar untuk siswa PKL/teori?
Siap pak 👍, sekarang saya bahas Yamaha Jupiter Z1 (injeksi YMJET-FI, mesin 115 cc). Sama seperti Mio J & Soul GT, Jupiter Z1 juga pakai sistem injeksi sehingga trouble umumnya mirip, hanya beda di bagian transmisi (karena manual, bukan CVT).
🚨 Trouble Umum Yamaha Jupiter Z1 & Solusinya
🔧 1. Mesin Susah Hidup (Starter / Engkol Berat)
Penyebab:
-
Aki lemah (tegangan < 12V).
-
Busi kotor / aus.
-
Injektor tersumbat.
-
Sensor CKP (Crankshaft Position) bermasalah.
Solusi:
-
Charge / ganti aki.
-
Bersihkan atau ganti busi NGK CPR8EA-9.
-
Bersihkan injektor.
-
Cek sensor CKP dengan scanner FI, ganti bila rusak.
🔧 2. Mesin Brebet / Tidak Stabil
Penyebab:
-
Filter udara kotor.
-
Injektor tersumbat.
-
Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) error.
-
Selang vakum bocor.
Solusi:
-
Bersihkan / ganti filter udara.
-
Service injektor.
-
Cek sensor MAP dengan Yamaha Diagnostic Tool.
-
Ganti selang vakum bila bocor.
🔧 3. Tarikan Loyo / Tenaga Hilang
Penyebab:
-
Kampas kopling aus (karena motor manual).
-
Rantai kendor / aus.
-
Injektor kurang bersih.
-
Tekanan kompresi rendah.
Solusi:
-
Ganti kampas kopling bila tipis / slip.
-
Setel rantai, ganti bila aus.
-
Service injektor.
-
Tes kompresi, lakukan decarbonisasi bila perlu.
🔧 4. Boros BBM
Penyebab:
-
Sensor O2 (oxygen sensor) rusak.
-
Injektor netes.
-
Filter udara mampet.
-
Tekanan fuel pump terlalu tinggi.
Solusi:
-
Cek O2 sensor, ganti bila rusak.
-
Test injektor (semprotan harus kabut halus).
-
Bersihkan filter udara.
-
Cek tekanan fuel pump (standar ±294 kPa).
🔧 5. Mesin Cepat Panas
Penyebab:
-
Oli jarang diganti.
-
Pendinginan alami terganggu (sirip silinder kotor).
-
Campuran bahan bakar terlalu miskin.
Solusi:
-
Ganti oli rutin setiap 2.000–2.500 km.
-
Bersihkan sirip pendingin.
-
Periksa sensor MAP & injektor.
🔧 6. Lampu MIL (Check Engine) Menyala
Penyebab:
-
Ada error pada sensor (CKP, TPS, MAP, O2).
-
Injektor / fuel pump bermasalah.
Solusi:
-
Hitung kedipan MIL.
-
Cocokkan dengan kode error Yamaha.
-
Perbaiki sesuai komponen yang rusak.
👉 Bedanya dengan Mio J & Soul GT:
-
Jupiter Z1 pakai kopling manual & rantai roda, jadi ada tambahan potensi trouble di kopling & rantai.
-
Sistem injeksinya tetap YMJET-FI, jadi kode MIL & diagnosis sama.
Mau saya buatkan juga tabel kode MIL (lampu check engine) Yamaha Jupiter Z1 / Mio J / Soul GT supaya siswa bisa langsung belajar cara membaca kedipan lampu untuk diagnosa?
Baik pak 👍, saya lanjutkan untuk Yamaha Mio M3 125 (Blue Core, YMJET-FI). Motor ini generasi lebih baru dibanding Mio J, Soul GT, dan Jupiter Z1, dengan mesin 125 cc Blue Core. Sistem injeksinya lebih efisien, tapi tetap bisa mengalami beberapa trouble.
🚨 Trouble Umum Yamaha Mio M3 125 & Solusinya
🔧 1. Mesin Susah Hidup / Sulit Starter
Penyebab:
-
Aki lemah / soak.
-
Busi aus atau kotor.
-
Injektor tersumbat.
-
Fuel pump lemah.
-
Sensor CKP / TPS error.
Solusi:
-
Cek tegangan aki (≥12,4V), charge atau ganti.
-
Bersihkan / ganti busi standar NGK CPR9EA-9.
-
Bersihkan injektor dengan ultrasonic cleaner.
-
Cek tekanan fuel pump (±294 kPa).
-
Scan sensor injeksi dengan Yamaha Diagnostic Tool.
🔧 2. Mesin Brebet / Tidak Stabil
Penyebab:
-
Filter udara kotor.
-
Selang vakum bocor.
-
Sensor MAP error.
-
Injektor kotor.
Solusi:
-
Bersihkan / ganti filter udara.
-
Periksa selang vakum, ganti bila getas.
-
Tes sensor MAP.
-
Service injektor.
🔧 3. Tarikan Loyo / Akselerasi Lemah
Penyebab:
-
Roller CVT aus.
-
Belt CVT retak / aus.
-
Kampas kopling ganda aus.
-
Injektor kotor.
Solusi:
-
Ganti roller (standar ±11 gram).
-
Ganti belt CVT setiap ±25.000 km.
-
Ganti kampas kopling bila aus.
-
Service injektor.
🔧 4. Boros BBM
Penyebab:
-
Sensor O2 error.
-
Injektor netes.
-
Filter udara mampet.
-
ECU membaca data salah.
Solusi:
-
Cek sensor O2, ganti bila rusak.
-
Test injektor.
-
Bersihkan filter udara.
-
Reset ECU (cabut sekring FI beberapa menit).
🔧 5. Mesin Cepat Panas / Overheating
Penyebab:
-
Oli jarang diganti.
-
Sirip pendingin penuh kotoran.
-
Mesin sering dipaksa di rpm tinggi.
Solusi:
-
Ganti oli rutin setiap 2.000–2.500 km.
-
Bersihkan sirip pendingin.
-
Atur idle speed ±1.600–1.700 rpm.
🔧 6. Lampu MIL (Check Engine) Menyala
Penyebab:
-
Ada kerusakan sensor (MAP, TPS, O2, CKP).
-
Fuel pump atau injektor error.
Solusi:
-
Baca kode kedipan MIL.
-
Bandingkan dengan tabel kode error Mio M3.
-
Perbaiki / ganti sensor sesuai hasil diagnosis.
👉 Bedanya dengan Mio J:
-
Mio M3 sudah pakai mesin Blue Core (lebih irit & efisien).
-
Menggunakan teknologi Eco Indicator pada speedometer (indikator hemat BBM).
-
Perawatan lebih fokus pada CVT & sistem injeksi.
Pak, mau saya bikinkan sekalian tabel kode MIL (kedipan lampu check engine) khusus Mio M3 125? Itu biasanya sangat membantu siswa untuk latihan diagnosa langsung di bengkel 🔧.
Siap pak 👍, saya rangkum untuk Yamaha Aerox 155 VVA (Variable Valve Actuation, Blue Core, YMJET-FI). Motor ini lebih kompleks dibanding Mio J/M3 karena sudah ada VVA (katup variabel) dan fitur modern (SMG, Stop & Start System).
🚨 Trouble Umum Yamaha Aerox 155 VVA & Solusinya
🔧 1. Mesin Susah Hidup / Starter Berat
Penyebab:
-
Aki lemah (karena Aerox pakai sistem kelistrikan lebih besar).
-
Busi kotor / aus.
-
Fuel pump melemah.
-
Injektor tersumbat.
-
Sensor CKP / TPS error.
Solusi:
-
Cek aki (≥12,4V), charge/ganti bila drop.
-
Bersihkan/ganti busi standar NGK LMAR8A-9.
-
Tes fuel pump (tekanan ±294 kPa).
-
Service injektor.
-
Scan sensor dengan Yamaha Diagnostic Tool (YDT).
🔧 2. Tarikan Loyo / Akselerasi Hilang
Penyebab:
-
Roller CVT aus atau bobot tidak sesuai.
-
Belt CVT aus / retak.
-
Kampas kopling ganda aus.
-
Sistem VVA tidak bekerja (aktuator VVA macet).
Solusi:
-
Ganti roller sesuai standar (11–12 gram).
-
Ganti belt CVT setiap ±25.000 km.
-
Periksa kampas kopling.
-
Cek aktuator VVA dengan YDT, bersihkan/ganti bila macet.
🔧 3. Mesin Brebet / Tidak Stabil
Penyebab:
-
Filter udara kotor.
-
Injektor kotor.
-
Sensor MAP error.
-
Selang vakum bocor.
Solusi:
-
Bersihkan/ganti filter udara.
-
Service injektor.
-
Periksa sensor MAP.
-
Ganti selang vakum bila bocor.
🔧 4. Boros BBM
Penyebab:
-
Sensor O2 error.
-
Injektor netes.
-
Fuel pump terlalu tinggi tekanannya.
-
VVA error → timing katup tidak sesuai.
Solusi:
-
Cek O2 sensor.
-
Test injektor (semprotan harus kabut).
-
Ukur tekanan fuel pump.
-
Scan ECU, periksa sistem VVA.
🔧 5. Mesin Cepat Panas / Overheating
Penyebab:
-
Radiator coolant habis / kotor.
-
Water pump tidak bekerja.
-
Thermostat macet.
-
Oli jarang diganti.
Solusi:
-
Cek dan tambah coolant.
-
Periksa water pump.
-
Cek thermostat, ganti bila macet.
-
Ganti oli setiap 2.000–3.000 km.
🔧 6. Lampu MIL (Check Engine) Menyala
Penyebab:
-
Sensor injeksi (CKP, MAP, TPS, O2) error.
-
Fuel pump / injektor bermasalah.
-
VVA actuator error.
Solusi:
-
Hitung kedipan MIL pada speedometer.
-
Bandingkan dengan tabel kode error Aerox.
-
Perbaiki/ganti komponen sesuai hasil diagnosa.
👉 Perbedaan Aerox 155 dengan Mio / Jupiter Z1:
-
Pakai mesin Blue Core + VVA.
-
Pendingin cairan (radiator), bukan pendingin udara.
-
Sistem kelistrikan lebih kompleks (SMG, Stop & Start System, VVA actuator).
-
Perawatan fokus ke CVT, radiator, dan sistem VVA.
Pak, apakah mau saya bikinkan daftar kode MIL (check engine) khusus Yamaha Aerox 155 VVA biar bisa jadi bahan ajar praktik diagnosa dengan speedometer kedip?
Mantap sekali pak 👌, punya motor Yamaha Vega (karburator/manual) sangat cocok untuk media praktik siswa TBSM, karena mesinnya sederhana, mudah dibongkar, dan banyak kompetensi dasar bisa diajarkan.
Berikut saya susun ide materi praktik yang bisa dilakukan dengan motor Vega:
🔧 1. Perawatan & Servis Ringan
-
Pemeriksaan oli mesin (cek level & ganti oli).
-
Pemeriksaan busi (celah elektroda, pembersihan karbon).
-
Pemeriksaan filter udara (bersihkan/ganti).
-
Pemeriksaan karburator (setting langsam & pilot jet).
-
Pemeriksaan rantai roda (setel kekencangan, lumasi).
🔧 2. Sistem Kelistrikan
-
Pemeriksaan aki (tegangan & kondisi).
-
Pemeriksaan sistem pengapian CDI (cek koil, CDI, kabel busi).
-
Pemeriksaan lampu-lampu (lampu utama, sein, rem).
-
Pemeriksaan klakson.
-
Pemasangan rangkaian sederhana (misalnya lampu otomatis, alarm sederhana).
🔧 3. Sistem Bahan Bakar
-
Bongkar pasang karburator.
-
Pemeriksaan & pembersihan tangki bahan bakar.
-
Pemeriksaan selang bahan bakar (kebocoran, keretakan).
-
Penyetelan campuran bahan bakar-udara.
🔧 4. Sistem Pendingin & Pelumasan
-
Pemeriksaan kondisi oli (warnanya, encer/terbakar).
-
Pembersihan sirip pendingin silinder.
-
Pemeriksaan kebocoran oli.
🔧 5. Sistem Transmisi & Rangka
-
Pemeriksaan kopling manual (setel handle kopling).
-
Bongkar pasang transmisi (gearbox).
-
Pemeriksaan sistem rem (tromol).
-
Pemeriksaan suspensi depan & belakang.
-
Pemeriksaan bantalan roda (bearing).
🔧 6. Praktik Pengukuran
-
Mengukur kompresi silinder dengan compression tester.
-
Mengukur celah klep dengan feeler gauge.
-
Mengukur arus & tegangan aki dengan multitester.
-
Mengukur resistansi coil & spul.
🔧 7. Proyek Kreatif untuk Siswa
-
Modifikasi lampu otomatis dengan sensor cahaya.
-
Membuat alarm sederhana tanpa mikrokontroler.
-
Membuat charger HP sederhana dari kelistrikan motor.
-
Membuat simulasi rangkaian pengapian CDI.
👉 Jadi, motor Vega bisa dipakai mulai dari servis dasar, kelistrikan, transmisi, rem, hingga proyek inovasi siswa.
Mau saya bikinkan contoh silabus praktik 1 semester menggunakan motor Vega untuk mapel produktif TBSM kelas X–XI?
Sip pak 👍, saya buatkan Tabel Pemeriksaan & Praktik Siswa menggunakan motor Yamaha Vega. Tabel ini bisa dipakai di bengkel sekolah untuk lembar kerja praktik siswa.
📋 Tabel Pemeriksaan & Praktik Motor Vega
| No | Bagian yang Diperiksa / Dipraktikkan | Kegiatan Siswa | Alat / Bahan | Standar Hasil / Indikator |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Oli Mesin | Cek level oli & ganti oli | Kunci ring, corong, oli baru | Level oli sesuai standar, oli tidak hitam pekat |
| 2 | Busi | Lepas busi, bersihkan elektroda, ukur celah | Kunci busi, feeler gauge, amplas halus | Celah busi 0,7–0,8 mm, percikan api biru |
| 3 | Filter Udara | Bongkar, bersihkan/ganti | Obeng, angin kompresor | Filter bersih, aliran udara lancar |
| 4 | Karburator | Bongkar, bersihkan, setel idle & pilot jet | Obeng, kunci pas, bensin | Idle stabil ±1.500 rpm, respon gas normal |
| 5 | Rantai Roda | Cek kekencangan & lumasi | Kunci ring, pelumas rantai | Kekencangan 20–30 mm, rantai tidak kering |
| 6 | Rem Tromol | Bongkar, bersihkan, cek kampas rem | Kunci ring, amplas halus | Kampas tidak tipis, rem pakem |
| 7 | Kelistrikan Lampu | Cek lampu utama, sein, rem | Multitester, bohlam cadangan | Semua lampu menyala normal |
| 8 | Aki | Cek tegangan & kondisi | Multitester | Tegangan ≥ 12,4 V, terminal tidak berkarat |
| 9 | Sistem Pengapian CDI | Cek percikan busi saat starter | Multitester, busi cadangan | Percikan api kuat & stabil |
| 10 | Celah Klep | Ukur & setel celah klep in/ex | Feeler gauge, kunci pas | Inlet: 0,05 mm, Exhaust: 0,10 mm |
| 11 | Kompresi Mesin | Ukur kompresi | Compression tester | Tekanan 9–11 kg/cm² |
| 12 | Suspensi Depan | Cek kebocoran & keempukan shock | Visual check | Suspensi tidak bocor, empuk normal |
| 13 | Suspensi Belakang | Cek kondisi & keempukan | Visual check, uji tekan | Suspensi tidak lemah, tidak bunyi |
| 14 | Bearing Roda | Putar roda, cek kelancaran | Visual check | Roda berputar lancar, tidak seret |
| 15 | Proyek Kreatif | Buat alarm sederhana / lampu otomatis | Kabel, relay, sensor cahaya | Alarm/lampu otomatis berfungsi |
📌 Catatan Penggunaan Tabel:
-
Guru bisa mencetak tabel ini dan diberikan ke siswa sebagai lembar kerja pemeriksaan.
-
Siswa memberi tanda ✔ / ✖ pada kolom hasil pemeriksaan.
-
Untuk proyek kreatif bisa disesuaikan dengan mapel Inovasi Produk Kreatif & Kewirausahaan (IPK).
Pak, apakah mau saya buatkan versi format Word dari tabel ini biar bisa langsung dipakai sebagai lembar kerja praktik (LKPD) untuk siswa?
Mantap sekali pak 🙌, punya Honda Vario 110 sangat bagus untuk media praktik siswa TBSM, karena motor ini sudah injeksi (PGM-FI) dan pakai CVT (Continuously Variable Transmission). Artinya bisa dipakai untuk belajar servis dasar, sistem injeksi, kelistrikan, dan CVT.
Berikut ide materi praktik untuk siswa menggunakan Vario 110:
🔧 A. Servis & Perawatan Dasar
-
Pemeriksaan oli mesin & penggantian oli.
-
Pemeriksaan busi (cek kondisi, celah elektroda, percikan api).
-
Pemeriksaan filter udara (bersihkan/ganti).
-
Pemeriksaan sistem pendinginan (cek coolant radiator, kipas).
-
Pemeriksaan aki (tegangan & kondisi terminal).
🔧 B. Sistem CVT (Transmisi Otomatis)
-
Bongkar pasang CVT.
-
Pemeriksaan kondisi roller (keausan & berat).
-
Pemeriksaan belt CVT (retak, aus).
-
Pemeriksaan kampas kopling ganda (tebal kampas, pegas kopling).
-
Pemeriksaan rumah kopling (cek aus/retak).
🔧 C. Sistem Bahan Bakar Injeksi (PGM-FI)
-
Pemeriksaan injektor (uji semprotan, service injektor).
-
Pemeriksaan fuel pump (uji tekanan bahan bakar ± 294 kPa).
-
Pemeriksaan sensor MAP, TPS, EOT (dengan scanner atau multitester).
-
Membaca kode kedipan MIL (check engine).
-
Reset ECU (melepas sekring FI atau dengan scanner).
🔧 D. Sistem Kelistrikan
-
Pemeriksaan lampu-lampu (lampu utama, sein, rem).
-
Pemeriksaan klakson.
-
Pemeriksaan kipas radiator (cek menyala otomatis saat mesin panas).
-
Pemeriksaan sistem pengisian (tegangan output alternator).
-
Pemeriksaan sensor-sensor PGM-FI dengan multitester.
🔧 E. Sistem Rem & Rangka
-
Pemeriksaan rem depan (cakram) → ketebalan kampas, kondisi piringan.
-
Pemeriksaan rem belakang (tromol) → kampas & mekanisme.
-
Pemeriksaan suspensi depan & belakang.
-
Pemeriksaan roda & bearing.
-
Pemeriksaan rangka & body.
🔧 F. Praktik Pengukuran
-
Mengukur kompresi mesin.
-
Mengukur arus & tegangan aki.
-
Mengukur tahanan koil, spul, dan sensor-sensor.
-
Mengukur clearance katup (celah klep).
🔧 G. Proyek Kreatif Siswa
-
Membuat charger HP di motor (dari sistem pengisian).
-
Membuat alarm sederhana.
-
Membuat lampu otomatis dengan sensor cahaya.
-
Membuat simulasi sistem injeksi PGM-FI (pakai board sederhana).
👉 Jadi, dengan Vario 110 siswa bisa belajar:
-
Servis dasar motor injeksi
-
Perawatan & servis CVT
-
Diagnosis sistem PGM-FI
-
Proyek kreatif berbasis kelistrikan motor
Pak, apakah mau saya buatkan tabel pemeriksaan & praktik khusus untuk Vario 110 seperti yang kemarin saya buat untuk motor Vega, supaya bisa langsung jadi lembar kerja siswa (LKPD) di bengkel?
Baik pak 👍, berikut saya buatkan Tabel Pemeriksaan & Praktik Siswa untuk Honda Vario 110 (PGM-FI + CVT). Tabel ini bisa dipakai sebagai lembar kerja praktik (LKPD) di bengkel.
📋 Tabel Pemeriksaan & Praktik Motor Honda Vario 110
| No | Bagian yang Diperiksa / Dipraktikkan | Kegiatan Siswa | Alat / Bahan | Standar Hasil / Indikator | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Oli Mesin | Cek level & ganti oli | Kunci ring, corong, oli mesin | Level oli sesuai standar, warna tidak pekat | |
| 2 | Busi | Lepas, bersihkan, cek celah | Kunci busi, feeler gauge | Celah 0,7–0,8 mm, percikan api biru | |
| 3 | Filter Udara | Bongkar & bersihkan | Obeng, kompresor | Filter bersih, aliran udara lancar | |
| 4 | Aki | Cek tegangan & kondisi | Multitester | Tegangan ≥ 12,4 V | |
| 5 | CVT (Roller & Belt) | Bongkar, cek keausan | Kunci CVT, kunci torsi | Roller mulus, belt tidak retak/aus | |
| 6 | Kampas Kopling Ganda | Bongkar, cek ketebalan | Kunci CVT, jangka sorong | Tebal kampas sesuai standar, tidak slip | |
| 7 | Injektor | Tes semprotan & bersihkan | Injector tester, bensin | Semprotan halus merata | |
| 8 | Fuel Pump | Ukur tekanan | Fuel pressure gauge | Tekanan ± 294 kPa | |
| 9 | MIL (Check Engine) | Hitung kedipan kode error | Kertas kerja, buku manual | Kode terbaca sesuai diagnosa | |
| 10 | Sensor PGM-FI | Cek MAP, TPS, EOT | Multitester / scanner | Tahanan/tegangan sesuai standar | |
| 11 | Rem Depan (Cakram) | Cek kampas & piringan | Kunci ring, penggaris | Tebal kampas min 1 mm, piringan tidak aus berlebih | |
| 12 | Rem Belakang (Tromol) | Bongkar, cek kampas | Kunci ring, amplas | Kampas tidak tipis, rem pakem | |
| 13 | Sistem Pendingin | Cek coolant radiator & kipas | Visual check | Coolant cukup, kipas aktif saat panas | |
| 14 | Suspensi Depan & Belakang | Cek kebocoran & keempukan | Visual check | Tidak bocor, empuk normal | |
| 15 | Proyek Kreatif | Buat charger HP / alarm / lampu otomatis | Kabel, relay, sensor | Alat berfungsi sesuai rancangan |
📌 Catatan penggunaan:
-
Bisa dicetak jadi LKPD siswa.
-
Siswa isi kolom Catatan dengan hasil temuan (misalnya: oli hitam pekat, busi aus, roller aus).
-
Guru bisa menambahkan nilai atau tanda tangan di akhir kegiatan.
Pak, mau saya buatkan juga versi Word (.docx) tabel ini supaya bapak tinggal cetak langsung untuk digunakan di bengkel?
https://www.stefanelli.eng.br/en/simulator-virtual-micrometer-hundredths-millimeter/
https://www.stefanelli.eng.br/en/virtual-dial-indicator-simulator-hundredths-millimeter/
https://www.stefanelli.eng.br/en/virtual-vernier-caliper-simulator-05-millimeter/
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8" />
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0" />
<title>Simulator Virtual Mikrometer (0–25 mm, 0,01 mm)</title>
<style>
:root{--bg:#0f172a;--panel:#111827;--ink:#e5e7eb;--muted:#94a3b8;--accent:#22c55e}
*{box-sizing:border-box}
body{margin:0;background:linear-gradient(160deg,#0b1022,#0f172a 55%,#0b1022);color:var(--ink);font-family:system-ui,-apple-system,Segoe UI,Roboto,Ubuntu,"Helvetica Neue",Arial,sans-serif}
.wrap{max-width:1000px;margin:40px auto;padding:24px}
h1{font-size:clamp(20px,3vw,30px);margin:0 0 8px}
p{color:var(--muted);margin:0 0 16px}
.sim{
background:rgba(255,255,255,.02);border:1px solid rgba(255,255,255,.08);
border-radius:18px;box-shadow:0 10px 40px rgba(0,0,0,.35);
padding:20px;display:grid;gap:18px
}
.panel{display:grid;grid-template-columns:1.2fr .8fr;gap:20px}
@media (max-width:900px){.panel{grid-template-columns:1fr}}
/* --- Mikrometer --- */
.mic{position:relative;background:linear-gradient(180deg,#141a2d,#0c1225);
border-radius:20px;padding:24px;display:grid;gap:16px;border:1px solid rgba(255,255,255,.06)}
.bar{height:12px;background:linear-gradient(90deg,#1f2937,#374151);
border-radius:999px;position:relative;overflow:visible;border:1px solid rgba(255,255,255,.08)}
.sleeve{position:relative;height:120px;background:linear-gradient(180deg,#111827,#0b1222);
border-radius:14px;border:1px solid rgba(255,255,255,.06);display:flex;align-items:center;justify-content:center}
.scale{position:absolute;inset:12px 12px;display:flex;align-items:flex-end}
.ticks{position:absolute;left:12px;right:12px;top:14px;height:72px}
.tick{position:absolute;bottom:0;width:2px;background:#9ca3af;border-radius:2px;opacity:.9}
.tick.half{height:46px}
.tick.full{height:64px}
.tick.sub{height:32px;opacity:.5}
.numbers{position:absolute;bottom:-2px;left:10px;right:10px;display:flex;justify-content:space-between;font-size:12px;color:#cbd5e1}
.thimbleWrap{display:flex;gap:16px;align-items:center}
.thimble{width:220px;height:220px;border-radius:50%;
background:radial-gradient(circle at 50% 45%,#1f2937 0 40%,#111827 41% 100%);
border:1px solid rgba(255,255,255,.08);position:relative;user-select:none;touch-action:none}
.centerDot{position:absolute;left:50%;top:50%;transform:translate(-50%,-50%);
width:10px;height:10px;border-radius:50%;background:#e5e7eb}
.needle{position:absolute;left:50%;top:50%;transform-origin:50% 50%;
width:2px;height:94px;background:#e5e7eb;border-radius:2px}
.thimble .ring{position:absolute;left:50%;top:50%;transform:translate(-50%,-50%);width:180px;height:180px;border-radius:50%;}
.mark{position:absolute;left:50%;top:50%;transform-origin:0 0;transform:rotate(0deg) translate(70px,0);
width:18px;height:2px;background:#e5e7eb;border-radius:2px}
.mark.sub{width:10px;opacity:.6}
.mark.label{width:auto;height:auto;background:transparent;color:#cbd5e1;font-size:12px;transform:rotate(0) translate(85px,-7px)}
.readout{display:grid;grid-template-columns:1fr 1fr;gap:14px}
.card{background:rgba(255,255,255,.03);border:1px solid rgba(255,255,255,.08);border-radius:14px;padding:14px}
.val{font-size:36px;font-weight:700}
.badge{display:inline-block;padding:4px 10px;border-radius:999px;background:rgba(34,197,94,.15);color:#86efac;border:1px solid rgba(34,197,94,.35);font-size:12px}
.controls{display:flex;gap:10px;flex-wrap:wrap}
button, input[type="range"]{accent-color:#22c55e}
button{background:#1f2937;border:1px solid rgba(255,255,255,.1);color:#e5e7eb;padding:10px 14px;border-radius:12px;cursor:pointer}
button:active{transform:translateY(1px)}
.footer{color:#9ca3af;font-size:12px}
a{color:#86efac}
</style>
</head>
<body>
<div class="wrap">
<h1>Simulator Virtual Mikrometer (0–25 mm, resolusi 0,01 mm)</h1>
<p>Putar <b>thimble</b> (roda) dengan drag/geser, scroll, atau gunakan tombol. Skala lengan (sleeve) menampilkan mm dan 0,5 mm. Skala thimble menampilkan 0,01 mm (50 divisi / 1 putaran = 0,5 mm).</p>
<div class="sim">
<div class="panel">
<div class="mic">
<div class="sleeve" id="sleeve">
<div class="ticks" id="ticks"></div>
<div class="numbers" id="nums"></div>
</div>
<div class="thimbleWrap">
<div class="thimble" id="thimble" aria-label="Thimble (drag/scroll untuk memutar)">
<div class="ring" id="ring"></div>
<div class="needle" id="needle"></div>
<div class="centerDot"></div>
</div>
<div class="controls">
<button id="minus1">−0,01</button>
<button id="plus1">+0,01</button>
<button id="minus10">−0,10</button>
<button id="plus10">+0,10</button>
<button id="zero">Zero</button>
</div>
</div>
</div>
<div class="card">
<div class="readout">
<div>
<div class="badge">Pembacaan</div>
<div class="val" id="readMM">0,00 mm</div>
</div>
<div>
<div class="badge">Rincian</div>
<div id="detail" style="margin-top:8px;line-height:1.6"></div>
</div>
</div>
<div style="margin-top:18px">
<label for="slider">Set dengan slider (cepat):</label>
<input id="slider" type="range" min="0" max="25" step="0.01" style="width:100%" />
</div>
</div>
</div>
<div class="footer">Tips: panah ←/→ = ±0,01 mm, SHIFT+panah = ±0,10 mm. Simulasi menggunakan pitch 0,5 mm/putaran dan 50 divisi thimble = 0,01 mm.</div>
</div>
</div>
<script>
(function(){
const MAX = 25.00; // mm
let value = 0.00; // mm
const pitch = 0.5; // mm per revolution
const divisions = 50; // thimble divisions (0.01 mm)
const readMM = document.getElementById('readMM');
const detail = document.getElementById('detail');
const slider = document.getElementById('slider');
const thimble = document.getElementById('thimble');
const ring = document.getElementById('ring');
const needle = document.getElementById('needle');
const ticksEl = document.getElementById('ticks');
const numsEl = document.getElementById('nums');
// Draw sleeve ticks (every 0.5 mm across 0–25)
function drawSleeve(){
ticksEl.innerHTML = '';
numsEl.innerHTML = '';
const total = MAX / 0.5; // number of half-mm marks
for(let i=0;i<=total;i++){
const frac = i/(total);
const x = 12 + frac * (ticksEl.clientWidth || 600);
const div = document.createElement('div');
div.className = 'tick ' + (i%2===0 ? 'full' : 'half');
div.style.left = `calc(${(i/total)*100}% - 1px)`;
ticksEl.appendChild(div);
if(i%2===0){
const n = i/2;
const label = document.createElement('div');
label.textContent = n;
label.style.position='absolute';
label.style.left = `calc(${(i/total)*100}% - 6px)`;
label.className = 'label';
numsEl.appendChild(label);
}
}
}
// Draw thimble marks (0..49)
function drawThimble(){
ring.innerHTML = '';
for(let i=0;i<divisions;i++){
const ang = (i/divisions)*360; // deg
const m = document.createElement('div');
m.className = 'mark ' + (i%5===0? '': 'sub');
m.style.transform = `rotate(${ang-90}deg) translate(70px,0)`;
ring.appendChild(m);
if(i%5===0){
const lab = document.createElement('div');
lab.className = 'mark label';
lab.textContent = i;
lab.style.transform = `rotate(${ang-90}deg) translate(85px,-7px)`;
ring.appendChild(lab);
}
}
}
function clamp(v){return Math.min(MAX, Math.max(0, parseFloat(v.toFixed(2))))}
function updateUI(){
slider.value = value;
readMM.textContent = value.toFixed(2).replace('.',',') + ' mm';
// Decompose into sleeve whole + 0.5 + thimble
const wholeMM = Math.floor(value + 1e-9);
const half = (value - wholeMM) >= 0.5 ? 0.5 : 0;
const thimbleRaw = value - wholeMM - half;
let thimbleDiv = Math.round(thimbleRaw/0.01);
if(thimbleDiv===divisions){ thimbleDiv = 0; }
const turns = value / pitch; // rotations of thimble
const angle = (turns % 1) * 360; // only fractional part rotates the needle
needle.style.transform = `translate(-50%,-50%) rotate(${angle}deg)`;
detail.innerHTML = `Sleeve: <b>${wholeMM} mm</b> + ${(half?'<b>0,5 mm</b>':'0 mm')}<br>`+
`Thimble: <b>${thimbleDiv} × 0,01</b> = <b>${(thimbleDiv*0.01).toFixed(2).replace('.',',')} mm</b><br>`+
`Putaran: ${(turns).toFixed(2)} rev`;
}
function nudge(delta){ value = clamp(value + delta); updateUI(); }
// Drag / scroll control on thimble
let dragging=false, lastY=0, lastX=0;
thimble.addEventListener('pointerdown', e=>{ dragging=true; lastY=e.clientY; lastX=e.clientX; thimble.setPointerCapture(e.pointerId); });
window.addEventListener('pointerup', ()=> dragging=false);
window.addEventListener('pointermove', e=>{
if(!dragging) return;
const dy = lastY - e.clientY; // up increases
const dx = e.clientX - lastX; // right increases
lastY = e.clientY; lastX = e.clientX;
// combine vertical + horizontal deltas for a natural feel
const delta = (dy*0.003 + dx*0.0015); // mm per px
nudge(delta);
});
thimble.addEventListener('wheel', e=>{ e.preventDefault(); nudge(-Math.sign(e.deltaY)*0.01); }, {passive:false});
// Buttons
document.getElementById('minus1').onclick = ()=> nudge(-0.01);
document.getElementById('plus1').onclick = ()=> nudge(+0.01);
document.getElementById('minus10').onclick= ()=> nudge(-0.10);
document.getElementById('plus10').onclick = ()=> nudge(+0.10);
document.getElementById('zero').onclick = ()=> { value=0; updateUI(); };
// Slider
slider.addEventListener('input', e=>{ value = clamp(parseFloat(e.target.value)); updateUI(); });
// Keyboard shortcuts
window.addEventListener('keydown', e=>{
if(e.key==='ArrowRight') { nudge(e.shiftKey?0.10:0.01); }
if(e.key==='ArrowLeft') { nudge(e.shiftKey?-0.10:-0.01); }
});
// Init drawings and UI
function init(){ drawSleeve(); drawThimble(); updateUI(); }
window.addEventListener('resize', drawSleeve);
init();
})();
</script>
</body>
</html>
Kode simulator mikrometer virtual yang saya buatkan itu adalah berbasis web (HTML + CSS + JavaScript).
Artinya Bapak bisa menjalankannya dengan cara berikut:
1. Cara paling sederhana (langsung di komputer/laptop)
-
Buka Notepad atau text editor lain (VS Code, Sublime, Atom).
-
Copy seluruh kode program simulator tadi.
-
Simpan dengan nama file, misalnya:
micrometer.html -
Klik dua kali file tersebut → otomatis akan terbuka di browser (Chrome, Edge, Firefox).
2. Cara online (tanpa install apapun)
-
Bapak bisa gunakan website editor online seperti:
Cukup copy-paste kodenya, lalu klik Run → simulator langsung jalan.
3. Cara untuk siswa di sekolah
-
Bisa dibuat file HTML lalu dibagikan ke siswa.
-
Atau di-upload ke Google Drive (atur “Anyone can view”) → siswa bisa buka langsung di browser.
-
Kalau lebih serius, bisa dipasang di web sekolah supaya jadi bahan ajar interaktif.
👉 Mau saya buatkan file HTML siap pakai (langsung bisa dibuka di browser tanpa edit lagi) dari kode tadi?
0 Comments